Berita COVID-19

Berita Terkait COVID-19

KELURAHAN PARAKAN KAUMAN DISEMPROT DISINFEKTAN

Masyarakat Diminta Tetap Tenang tapi Tidak Menyepelekan
TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Satgas Penanganan Corona Virus Kabupaten Temanggung menerjunkan petugas PMI guna melakukan penyemprotan cairan disinfektan di perkampungan padat penduduk di Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari adanya penemuan klaster kondangan dan dari kampung Coyudan dan Situk.
Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh di jalan-jalan kampung, hingga rumah ibadah yang ada di kampung tersebut. Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq pun terjun langsung untuk meninjau penyemprotan dan tampak melakukan diskusi dengan sejumlah warga. Mereka diimbau untuk tetap menaati protokol kesehatan, tenang tapi tidak menyepelekan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei menuturkan, penyemprotan telah dilakukan secara menyeluruh sejak pagi hari hingga sore hari. Dengan penyemprotan disinfektan ini setidaknya bisa meminimalisir risiko penularan.
"Kami imbau masyarakat tetap menjaga kebersihan, kesehatan agar bisa meminimalkan penularan, pakai masker, cuci tangan dan apabila tidak perlu sekali jangan keluar rumah," katanya Kamis (1/10/2020).
Lurah Kauman Parakan Bambang Sumardiyanto menambahkan, Kelurahan Kauman Parakan ini terdiri dari 16 RW. Dari 16 RW ini kasus covid-19 menyebar di 9 RW dan yang paling banyak di RW 13 yakni di lingkungan Coyudan. Dari klaster kondangan saat ini ada 30 orang yang positif.
Memang diakuinya, diawal ditemukannya kasus covid-19 di Kelurahan Kauman ini memang sempat membuat warga merasa ketakutan. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat, saat ini masyarakat sudah mulai mengerti dan memahami.
"Paling banyak memang dari klaster kondangan itu, warga yang ikut kondangan ya paling banyak di Coyudan. Ketakutan pasti ada, harapan kami perekonomian tetap berjalan protokol kesehatan juga wajib dilakukan. Secara psikologis kami sudah memberikan pengertian kepada warga untuk tetap tenang tapi taat protokol kesehatan," katanya.
Ditegaskan juga mulai saat ini hingga menunggu situasi kondusif masyarakat Kelurahan Kauman diminta untuk tidak menyelenggarakan acara yang bisa menimbulkan kerumunan banyak orang. Baik kegiatan keagamaan, hajatan, pertemuan keluarga dan lain sebagainya.(RAD)

 

PEMKAB TEMANGGUNG PASTIKAN LOKASI KARANTINA COVID-19 SIAP

Pelayanan Kepada Warga Diharapkan Berjalan dengan Baik
TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung saat ini telah menyiapkan kembali lokasi karantina bagi warga terkonfirmasi Covid-19, yakni di Balai Latihan Kerja. Selain itu, akan disiapkan pula Gedung Pemuda, sebagai bagian dari upaya antisipasi jika ada penambahan kasus.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq bersama Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Ketua DPRD Yunianto, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo dan lain-lain, Rabu (30/9/2020), sore pun melakukan pengecekkan lokasi karantina di Balai Latihan Kerja (BLK) Maron di Jalan Gajah Mada. Hal itu untuk mengetahui segala kesiapan yang ada guna memastikan agar selama dikarantina warga terlayani secara maksimal.
"Tempat karantina ini tadi saya lihat bersama pimpinan DPRD, sarana prasarananya sudah siap, kemudian kebersihannya juga sudah bagus. Para personil yang akan mendampingi masyarakat yang dikarantina juga sudah siap semua. Bahan-bahan makanan, obat-obatan sudah siap," katanya Rabu (30/9/2020)
Bupati berharap jika segala sesuatu telah disiapkan dengan baik maka tidak akan ada masalah. Ia sangat berharap agar pelayanan kepada masyarakat yang dikarantina bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, bisa segera negatif, supaya bisa kembali pulang berkumpul bersama keluarganya masing-masing.
Dikatakan, BLK Maron memiliki kapasitas untuk menampung 67 orang. Selain kamar tidur juga terdapat berbagai fasilitas seperti dapur, lalu diminta disediakan televisi dan fasilitas wifi. Warga yang menjalani karantina harus merasakan kenyamanan, ketenangan, agar imun bisa cepat meningkat.
"Selain BLK kita sedang menyiapkan lokasi karantina lain, yakni Gedung Pemuda yang sedang kita rapikan lagi. Kalau-kalau kasusnya menanjak. Jadi seiring dengan peningkatan ini tentu ruang karantina Kabupaten kita siapkan lagi, kemudian rumah sakit kita siagakan lagi agar bisa mengantisipasi hal-hal kalau terjadi ekskalasi kasus," katanya.(RAD)

 

KLASTER KONDANGAN PICU KASUS COVID-19 DI TEMANGGUNG

Warga Diminta Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
TEMANGGUNG, Kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung saat ini mengalami peningkatan kembali, setelah munculnya klaster baru, yakni klaster kondangan. Dari klaster kondangan memunculkan 21 kasus baru.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, klaster baru tersebut bermula dari masyarakat Kampung Coyudan, Kecamatan Parakan, kondangan ke Cirebon Jawa Barat. Sepulang dari hajatan atau walimah pernikahan tersebut, ada satu orang dari bagian rombongan tersebut sakit lalu meninggal dunia.
"Di Kabupaten Temanggung muncul klaster baru, klaster kondangan. Jadi ada masyarakat dari Coyodan, Parakan kondangan ke Cirebon, sepulang dari kondangan ada satu orang sakit, meninggal dunia. Ternyata yang bersangkutan positif sehingga dilakukan swab semua rombongan ini ditemukan ada 18 kasus positif dari Coyudan, tiga lagi dari Situk, total ada 21 yang positif," katanya, Rabu (30/9/2020).
Mengetahui hal ini Satgas Penanganan Corona Virus Kabupaten Temanggung bergerak cepat untuk menangani kasus ini. Dari analisa di lapangan di dapati bahwa Kampung Coyudan ini kondisinya sangat padat penduduk, jarak antar rumah berdekatan, gangnya sangat sempit. Maka jika dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing ini ada potensi menyebar dan menularkan kepada tetangga-tetangganya yang belum terinfeksi virus, sehingga diputuskan untuk dilakukan karantina.
"Yang kedua, juga aspirasi dari masyarakat Coyudan sendiri, mereka merasa khawatir terjadi penularan lokal kalau warga yang positif ini diisolasi mandiri di kampung. Mereka sendiri meminta agar dilakukan karantina oleh pemerintah kabupaten," katanya.
Lokasi karantina yang disiapkan untuk karantina adalah BLK Maron di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung. Segala persiapan telah dilakukan untuk mengkarantina warga. Bahkan sejak semalam Camat Parakan dan juga Lurah Kauman sudah melakukan sosialiasi kepada warga setempat baik warga yang akan dikarantina maupun warga setempat yang tidak dikarantina.
"Sore ini akan kita lakukan penjemputan, semoga semuanya berjalan lancar. Setelah kita lakukan penjemputan, Desa Coyudan ini kemudian akan kita lakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan juga ke gang-gang yang ada di desa tersebut," katanya.
Harapannya, dengan dipisahkan mereka yang positif dari kampung padat penduduk ini, tidak terjadi penularan transmisi lokal. Masyarakat tetap dapat selamat dan yang dikarantina juga kondisinya terus membaik, bisa segera menjadi negatif dan sehat kembali.
"Himbauan kepada masyarakat, taati protokol Covid-19, karena ternyata Covid ini belum hilang. Bahkan, akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus di Kabupaten Temanggung, jumlah yang meninggal meningkat, jumlah yang terinfeksi juga meningkat. Jadi kalau masyarakat semuanya disiplin protokol Covid maka kita harapkan kasus ini segera hilang dari Temanggung," katanya.(RAD)

60 WARGA TEMANGGUNG SEMBUH DARI CORONA

"Karantina Agar Tidak Menulari Orang Lain"
Temanggung-GTPP, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penagangan Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijianto mengatakan, saat ini ada 60 orang pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh. Mereka sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan karantina di Gedung Pemuda, serta BLK Maron.
"Dari hasil evaluasi jumlah pasien Covid-19 yang sembuh terus bertambah. Kemarin yang sembuh tambah 10 orang, malam tadi 60 orang. Jadi pasien Covid-19 yang belum sembuh tinggal 87 orang, dengan demikian, untuk yang positif kini jumlahnya sudah semakin menurun," katanya Kamis (25/6/2020).
Dikatakan pula dalam 10 hari terakhir ini hasil tracing pasien yang kontak erat dengan penderita Covid-19 diperoleh lebih dari 400 orang yang rapid testnya reaktif. Selanjutnya dilakukan swab test untuk pemeriksaan PCR ternyata hanya ada 1 yang positif lainnya negatif.
Disebutkan, dari sisa 87 orang saat ini masih dikarantina di Gedung Pemuda sebanyaK 5 orang, di BLK Maron 22 orang, di RSUD Temanggung 2 orang, sisanya karantina mandiri di rumah. Rinciannya yang sembuh dari rumah sakit ada 6 orang, dari karantina 64 orang. Kesembuhan setiap orang berbeda-beda ada yang 2 bulan ada yang sampai 2,5 bulan dinyatakan belum sembuh oleh dokter, sebab tergantung juga dari imun masing-masing.
"Alhamdulillah dari yang karantina baik di BLK, Gedung Pemuda maupun rumah sakit banyak yang sembuh. Dari hasil ini tentunya sangat menggembirakan, di tempat kita ini banyak yang OTG atau orang tanpa gejala, jadi juga tergantung imunitas masing-masing," katanya.
Meski demikian, Gotri meminta kepada semua pihak untuk tidak tergesa-gesa masuk ke kehidupan new normal. Apalagi Kabupaten Temanggung saat ini masih masih menjalankan PKM atau pembatasan kegiatan masyarakat sampai tanggal 3 Juli 2020. Disamping menunggu hingga berakhirnya PKM juga akan dilihat trend 10 hari ke depan.
"Jangan buru-buru new normal, dan kami percaya ketaatan, kedisiplinan masyarakat di Kabupaten Temanggung ini akan mempercepat penanganan Covid-19 di Temanggung. Dengan begitu kita bisa menyambut musim panen tembakau di bulan Juli, Agustus, September dengan tidak takut dihantui virus Covid-19," katanya.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung yang juga anggota Divisi Pencegahan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung Khabib Mualim, menuturkan, memang selama ini belum semua masyarakat paham mengapa harus dikarantina, sebab sekilas tampak sehat, tapi hasil uji lab dinyatakan positif atau disebut orang tanpa gejala (OTG).
OTG ini harus menjalani karantina dengan harapan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya dan untuk dilakukan asesmen apabila ternyata memiliki penyakit penyerta. Jika ternyata memiliki penyakit penyerta maka harus menjalani isolasi di rumah sakit.
"Diisolasi itu agar tidak menulari orang lain, dalam hal ini pemerintah menyelamatkan orang banyak dan si pasien. Mereka lalu diasesmen punya komorbid (penyakit penyerta) atau tidak, meski merasa sehat tapi bisa juga ternyata memiliki penyakit jantung dan yang lebih tahu dokter dengan alat penunjangnya. Kepada mereka pun sudah kami jelaskan maksud dan tujuan di karantina," katanya.
Dikatakan Khabib, dari puluhan orang yang menjalani karantina baik di Gedung Pemuda maupun BLK Maron setelah menjalani assesment di RSUD Temanggung ternyata ada 5 orang diketahui memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi. Maka mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan yang tidak memiliki penyakit penyerta namun hasil swab positif meski tanpa gejala tetap menjalani karantina. Karantina bukanlah pengucilan tapi membatasi kontak agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.
"Rapid test massal itu perintah Presiden jadi kita di daerah tinggal melaksanakan saja. Lalu ada pertanyaan dari masyarakat kenapa yang hasil swab positif itu cuma di WA lalu di karantina tidak pakai surat resmi itu ada alasannya. Pertama ini masa darurat sehingga langkah tercepat adalah menyelamatkan warga yang hasil lab positif, kemudian surat resmi kita buat menyusul yang penting menyelamatkan orangnya dulu, jadi surat itu tetap ada" terangnya.(rad-g-juni)

 

BUPATI DAN SENIMAN BAHAS CARA PERTUNJUKKAN DI ERA NEW NORMAL

”Festival Terbaik Adalah yang Membuat Penonton Nyaman”
Temanggung-GTPP, Selama masa pandemi Covid-19, praktis para seniman di Kabupaten Temanggung tidak bisa melaksanakan aktivitasnya seperti saat keadaan normal. Tidak ada lagi pentas keliling bagi seniman jaran kepang, yang selama ini menjadi andalan Temanggung, termasuk jenis kesenian lain yang sangat banyak jumlahnya di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.
Oleh karena itu, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menyambangi para seniman di Desa Candisari, Kecamatan Bansari. Hal itu dilakukan guna menerima masukan dari para seniman, sebagai sambung rasa di ruang aula desa setempat, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pada kesempatan itu kepada para seniman bupati juga memberikan banyak saran bagaimana warga desa membuat sebuah event yang profesional jika kelak nanti pandemi telah berlalu.
Rohim salah satu seniman jaran kepang dari kelompok Turangga Muda Candi (TMC), mengemukakan kekecewaannya karena rencana pentas gagal lantaran hantaman badai pandemi corona. Sebelumnya TMC sudah pentas 10 kali dalam rangkaian acaranya namun harus berhenti.
"Kami mau bertanya kapan bisa pentas lagi ? Lalu ke depan jika keadaan sudah normal apakah pentas hanya dilakukan di Kota Temanggung saja, sebab kami di Candisari berharap bisa jadi tuan rumah festival,"katanya, Selasa (23/6/2020).
Bupati meminta kesabaran para seniman agar pandemi cepat berlalu sehingga keadaan bisa kembali normal. Saat ini di Kabupaten Temanggung sudah masuk pada tahap pendisiplinan warga, dan jika itu bisa ditegakkan maka warga bisa hidup di era new normal. Namun demikian, para seniman diminta untuk tetap bersemangat latihan, tapi tetap mengedepankan jaga jarak, sehingga jika keadaan sudah normal bisa pentas.
Sekarang ini pemerintah sedang menyiapkan kehidupan baru menuju new normal, tapi untuk saat ini di Temanggung belum bisa new normal, karena kasusnya masih banyak. Penularan dari transmisi lokal antar penduduk masih banyak terjadi sehingga saat ini Kabupaten Temanggung memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat.
"Jika keadaan sudah normal dalam arti di era kehidupan baru sudah bisa pentas seni-budaya, jangan dibayangkan bisa seperti sebelumnya. Misalnya, sebelumnya jaran kepang digelar di halaman rumah, ke depan digelar di lapangan yang lebih luas biar tidak ada kerumunan. Nanti akan ada petunjuk lebih lanjut bagaimana pertunjukkan-pertunjukkan seni yang aman dari penyebaran virus corona," katanya.
Bupati Khadziq sendiri mengemukakan bahwa sebenarnya sejak awal menjabat sudah berkomitmen menjadikan Temanggung sebagai kota festival. Tahun 2020 sebenarnya sudah direncanakan ada berbagai festival sejak Festival Sindoro Sumbing (FSS), Jifolk, Grebek Parakan, Temanggung Night Carnival. Kemudian yang sudah direncanakan lagi seharusnya pada akhir April ada festival wiwit mbako dengan konsep pertunjukkan jaran kepang selama sepekan di alun-alun dan penutupan dilakukan kembul bujana makan ingkung bersama-sama. Namun rencana itu tidak terlaksana karena ada corona.
"Kita berharap 3 Juli PKM diakhiri setelah itu butuh 2-3 minggu untuk mendisiplinkan warga sebagai persiapan menuju new normal, harapannya minggu ketiga bulan Juli kita sudah bisa menerapkan new normal itu kalau masyarakat benar-benar bisa disiplin sehingga penularan bisa terkendali. Jadi belum pasti, masyarakatnya bisa bareng-bareng disiplin atau tidak, pemerintahnya bekerja atau tidak harus dilihat, termasuk gugus tugas kecamatan dan desa harus mendisiplinkan warganya," katanya.
Soal festival seni di Kabupaten Temanggung memang pada tahun 2020 ini semua hilang, namun harapannya di tahun depan semua bisa dibuat lagi. Namun demikian, Bupati berpesan jika para seniman ingin membuat pertunjukkan harus profesional, sebab festival yang bisa bertahan adalah festival terbaik dengan animo penonton baik serta penyelenggara eventnya yang juga baik. Penilai baik atau tidaknya festival adalah penonton, dari segi materi dan penyelenggaraan eventnya.
Dalam penyelenggaraan sebuah event tidak hanya pertunjukannya saja, tapi faktor pendukung perlu dipikirkan seperti penyediaan toilet/WC, bagaimana jika ada penyediaan home stay, penataan parkir aman nyaman, ada sajian makanan. Jika faktor pendukung tidak bisa dipenuhi maka bisa mengecewakan penonton dan tidak menutup kemungkinan akan kapok untuk kembali datang jika event itu diselenggarakan lagi. Lalu ada saling mengunjungi antar kelompok kesenian sebab dengan saling menonton maka kreativitasnya akan bertambah.
Untuk mewujudkan penyelenggaraan event yang profesional Pemkab Temanggung dalam perencanaan sebelumnya juga sudah akan membuat klinik event. Penyelenggara kesenian di setiap kampung akan dilatih cara membuat event yang membuat penonton menjadi betah. Namun sama dengan yang lain program ini tertunda karena corona.
"Festival terbaik adalah festival yang membuat penonton merasa nyaman, misal di Candisari ada event nasional yang nonton orang Jakarta, Semarang ternyata WC nya bau bisa kapok, kalau jalannya macet bisa males. Jadi bukan sekedar njogete, tabuhane tapi juga keamanan, kenyamanan. Untuk mengetahui hal seperti itu bisa dicoba misal ada jaran kepang nanti wawancara 10 penonton dari luar desa apa keluhannya sehingga bisa untuk bahan koreksi," katanya.
Kepala Desa Candisari Ceper Tarwidi meminta seluruh seniman di wilayahnya dan warga pada umumnya untuk tetap melaksanakan petunjuk dari pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan. Diyakininya kekecewaan masyarakat itu pasti ada, tapi semoga dengan adanya dialog bagaiamana tata cara melakukan pentas kesenian di era baru nanti diharapkan bisa sedikit mengobati kekecewaan.(rad-g-juni)

 

MELONGOK GELIAT EKONOMI PASAR LEGI DIKALA PANDEMI

Bupati : "Aja Kemruyuk Nek Nang Pasar"
Temanggung-GTPP, "Nyuwun kawigatosanipun dumateng bapak-bapak, ibu-ibu, lan para sedulur kabeh, kangge nyegah penularan virus corona ingkang saya parah wonten Kabupaten Temanggung. Sedaya para rawuh ing pasar, para pedagang, lan ingkang blanja wonten Pasar Legi Parakan milai tanggal 15 Mei 2020 wajib ngangge masker. Ingkang mboten ngangge masker mboten angsal mlebet lan dipun sumanggak aken medal saking pasar menika.
Sedanten ingkang wonten pasar dipun wajibpaken jagi jarak paling mboten setunggal meter saking lian, mekaten anggen kula suwun mboten nyepelek aken supados sedoyo aman,".......
Begitu bunyi dari corong pengeras suara di Pasar Legi Parakan yang terdengar di setiap sudut menyambut datangnya para pengunjung di pasar yang menjadi pusat perekonomian terbesar kedua di Kabupaten Temanggung ini. Kata-kata berbahasa Jawa itu meminta kepada semua yang ada di pasar untuk menaati protokol kesehatan agar aman dari virus corona.
Bukti ketegasan ini bukan sekadar isapan jempol belaka, adalah sigapnya satpam pasar yang berjaga di pintu masuk, memeriksa suhu tubuh setiap orang menggunakan thermometer gun. Sebelumnya, warga diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun yang telah disediakan di depan pintu gerbang. Hal itu juga berlaku saat Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengunjungi pasar ini, Selasa (23/6/2020).
Kedatangan bupati adalah untuk melakukan pengecekan apakah protokol kesehatan benar-benar diterapkan. Selain itu, juga menerima masukan dari pengurus pasar, pedagang, maupun pengunjung, termasuk mencermati bagaimana geliat ekonomi di Pasar Legi di masa pandemi Covid-19.
"Aja kemruyuk nek nang pasar, sing penting nganggo masker kabeh. Nek pasare kenang virus mengko wong do wedi rene. Mengko sampean rugi ora payu, mulane aja nganti kena virus. Mula ngati-ati, wah duite akeh, bar nyekel duit cuci tangan, nggawa kaya ngene opo ora sampean," kata Bupati Khadziq berseloroh sambil menunjukkan handsanitizer kepada pedagang yang dijumpainya.
Lina Pujiati (33), pedagang bumbon di Pasar Legi yang diajak bicara bupati pun menyahut tidak membawa handsanitizer, tapi sudah cuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh pengurus pasar. Sambil manggut-manggut ia, dan kawan-kawan pedagang mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun demikian, Lina justru mengungkapkan keluh kesahnya pada orang nomor satu di Pemerintahan
Kabupaten Temanggung ini soal lesunya transaksi ekonomi.
"Wah sejak corona ini pasar jadi sepi pembeli pak, ini seharian baru dapat duit Rp 200 ribu. Sudah dagang sejak jam 04.00 pagi," katanya. Namun langsung ditimpali oleh Khadziq harus bersyukur sudah dapat duit, sebab ada pedagang lain yang dagangannya belum laku.
Kepala Pasar Legi Parakan Siti Sundariyah mengatakan, di pasar yang dikelolanya protokoler kesehatan diterapkan secara ketat, di mana di setiap pintu masuk dijaga petugas. Warga yang akan masuk harus cuci tangan, lalu diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermoetergun, serta wajib menggunakan masker.
Ketua Paguyuban Pegadang Sayur Menoreh Nanang Budiyanto menuturkan, pasar pagi memang sudah mulai ramai sejak pukul 04.00 WIB, namun di situ tetap diberlakukan phsycal distancing. Di pasar pagi digunakan untuk kulak "bakul eyek" (pedagang sayur keliling) yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 600 pedagang dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung, bahkan ada dari Kretek Kabupaten Wonosobo.
"Alhamdulillah kalau untuk kesadaran, karena pedagang dan pembeli sudah saling mengingatkan. Di sini itu banyak paguyuban jadi sering sosialisasi tentang kesehatan juga. Harapan kami corona cepat berlalu kemudian ada pemulihan keadaan, pemulihan kepercayan masyarakat agar tidak takut berbelanja lagi di pasar," katanya.
Ahmad, pedagang pernak-pernik di Pasar Legi menuturkan, memang geliat perekonomian agak tersendat sebagai dampak dari pandemi. Bahkan tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia tengah tergoncang. Tapi dia yakin saatnya nanti akan tiba perekonomian membaik jika masa wabah telah berakhir.
"Kalau dagangan saya seperti ini sedikit-sedikit masih laku tetap disyukuri saja. Yakin nanti pandemi berlalu keadaan kembali normal, sekarang jalankan saja protokol kesehatan, berjuang bersama tidak usah saling menyalahkan," katanya.(rat-g-juni)

 

BUPATI BERI SEMANGAT BAGI WARGA POSITIF YANG KARANTINA MANDIRI

Tidak Ada Pengucilan dari Masyarakat
Temanggung-GTPP, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengunjungi sejumlah warganya di beberapa desa di Kecamatan Ngadirejo yang sedang melakukan karantina mandiri, karena telah dinyatakan positif Covid-19. Hal itu dilakukan untuk memberikan suport secara mental dan memastikan kondisi terkini warganya, termasuk mengontrol penerapan protokol kesehatannya.
Di Desa Pringapus, Bupati mengunjungi AM (46), yang sedang menjalani karantina di rumahnya dan dengan menjaga jarak sempat berdialog mengenai kondisinya. Ia juga memberikan semangat tetap optimis untuk sembuh. Namun diwanti-wanti untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Karantina di rumah harus disiplin, kamarnya jangan campur dulu dengan anggota keluarga harus sendiri-sendiri, putrane di eman-eman. Kula nderek sowan mriki nuweni njenengan mugi-mugi cepet sehat (saya ke sini menenjenguk Anda semoga cepat sehat). Corona hanya berbahaya kalau yang kena itu punya penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi, diabet, kalau imunnya bagus ya tidak apa-apa, pokoknya tetap semangat," katanya Selasa (23/6/2020).
AM (46), pun mengaku badannya sudah merasa fit namun karena masih menunggu hasil swab yang ketiga belum keluar ia tetap taat menjalankan protokol kesehatan dengan berada di ruangan tersendiri agar tidak terjadi kontak dengan suami dan anaknya. Petugas Puskesmas juga memberinya vitamin C dan vitamin E, lalu untuk meningkatkan imun melakukan olahraga, serta makan-makanan bergizi. Jika nanti hasil swabnya dinyatakan negatif berarti AM sudah sembuh dari corona.
"Saya itu kerjanya jualan di pasar, tapi karena dinyatakan positif harus karantina, untuk kebaikan saya patuh karena ingin cepat sehat. Untuk mengisi waktu selain olahraga juga menanam jahe di pekarangan belakang rumah. Kondisi saya sudah baik tapi masih menunggu hasil lab, terimakasih atas semangatnya untuk saya," katanya.
Di Dusun Sengon, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngadirejo Khadziq bertemu dengan Sayudi (48), untuk memastikan kondisi JM (40), istrinya yang kini sedang menjalani karantina mandiri di lantai atas rumahnya. Dikatakan, sudah 20 hari JM menjalani karantina mandiri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Kadus Sengon, Paijo menuturkan karantina mandiri berjalan dengan baik karena tim gugus tingkat desa selalu mengontrol kondisi dan keseharian warga yang sedang di karantina, termasuk dengan petugas puskesmas. Lalu dari pihak keluarga juga sangat kooperatif, termasuk para tetangga tidak ada yang mengucilkan. Kepala Desa Banjarsari Edi Daryono mengatakan, saat ini yang diperlukan warganya adalah ketenangan secara psikologis agar imun cepat membaik.
Masih di Desa Banjarsari bupati juga menjenguk Ist (22), seorang mahasiswi yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani karantina mandiri di rumahnya. Kepada Ist diminta untuk bersabar membawa suasana hati agar tetap semangat, bergembira, makan makanan bergizi.
"Semangat ya, makan makanan yang enak bergizi dibuat gembira. Karo ngati-ati, sebab ora ana rugine sik jenenge wong ngati-ati kui, sabar sik dhahare sik enak-enak (sama berhati-hati, sebab tidak ada ruginya orang waspada itu, sabar dulu makan yang enak-enak)," kata Khadziq.
Ist pun mengaku kondisinya fit tapi karena hasil lab dari swab dinyatakan positif maka dia taat untuk menjalankan protokol kesehatan. Diapun merasa tidak ada pengucilan dari para tetangganya.
"Saya tidak merasa sakit, maksudnya tidak kerasa apa-apa cuma hasil labnya kan seperti itu (positif), ini sudah swab tiga kali nunggu hasil semoga negatif mohon doanya. Ya cuma bingung aja nggak boleh kemana-mana, dan hanya perasaan kita aja sih, tapi orang lain sih biasa saja (tidak ada pengucilan)," katanya.
Elok (50) Warga Desa Gejakan, Kecamatan Ngadirejo menyebut ada 5 tetangganya yang dinyatakan positif corona, namun sikap masyarakat tetap biasa saja tidak ada pengucilan atau stigma buruk terhadap pasien maupun keluarganya. Baginya orang sakit itu justru harus diberi semangat apalagi tetangga adalah saudara terdekat.
"Ada yang positif di sini, tapi kami tidak lantas mengucilkan, karena sakit itu bukan aib. Biasa saja mereka justru kita beri semangat agar cepat sembuh, tapi memang sejak adanya ini warga kami menjadi lebih berhati-hati tetap menjaga jarak dan memakai masker jika keluar rumah," katanya.
Plt Kepala Puskesmas Banjarsari dokter Arif Kurniawan mengatakan, saat ini dari pantauan kepada warga positif Covid-19 secara klinis sudah baik. Namun yang harus terus dilakukan adalah penguatan di masalah kejiwaannya.
"Sekarang fokusnya di penguatan masalah kejiawannya, jadi misal satu orang terkena Covid dampak psikisnya bisa semua orang di satu lingkungannya itu maka harus ada penguatan secara psikis. Maka kami terus melakukan sosialisasi," katanya.
Kepada petugas kesehatan di Puskesmas Banjarsari, Bupati juga memberikan semangat untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya, tapi tetap harus berhati-hati. Sebab hasil rapid dan swab yang dilakukan Puskesmas Banjarsari termasuk banyak.(rad-g-juni)

 

BERTAHAN DI MASA PANDEMI WARGA KEDUNGUMPUL HIDUPKAN LUMBUNG PADI

Masyarakat Diminta Teruskan Program Tani Pekarangan
Temanggung-GTPP, Pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan semua sektor kehidupan masyarakat termasuk sektor ekonomi di mana hal ini dikhawatirkan berdampak pada ketahanan pangan jika sampai terjadi krisis bahan makanan. Di saat banyak orang berkeluh kesah, yang dilakukan warga Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung justru berpikir positif.
Secara gotong-royong masyarakat di desa ini kembali menghidupkan lumbung padi sebagai penguatan untuk ketahanan pangan di tengah krisis akibat pandemi COVID-19 ini. Konsep yang sebenarnya telah ada sejak zaman nenek moyang ini kembali diadopsi sebagai benteng pertahanan ketahanan pangan.
Salah satu warga bernama Sayup, yang juga Ketua Lumbung Padi Dusun Kedungwiyu, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan, mengatakan, meski konsep lumbung padi sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang, namun seiring waktu berjalan karena moderintas warga menyimpan beras di rumah masing-masing, sehingga popularitasnya semakin meredup dan kemudian hilang. Kini di masa pandemi ini warga mulai sadar arti pentingnya kegotong-royongan sebagaimana diterapkan oleh nenek moyang dahulu.
"Berangkat dari itulah maka warga kami bergotong-royong mewujudkan kembali lumbung padi dengan disokong oleh Rumah Zakat. Alhamdulillah warga kami antusias, dengan melakukan kerja bakti menyelesaikan pembuatan ruang bagi penyimpanan gabah yang diambil dari warga dan disimpan di lumbung. Jadi sewaktu-waktu bila keadaan membutuhkan bisa diambil,"katanya Senin (22/6/2020).
Menurut Sayup, dengan cara bertahan secara tradisional ini bisa saling membantu antar warga dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah saja. Selain itu, dengan lumbung padi juga meningkatkan rasa persaudaraan antar warga jadi banyak segi positifnya.
Anantiyo Widodo selaku fasilitator Rumah Zakat menyampaikan harapannya agar dengan adanya lumbung padi, pangan masyarakat bisa aman sekian bulan kedepan. Sebab tidak tahu pasti kapan pandemi COVID-19 ini akan berakhir, maka lebih baik menyiapkan pangan untuk keamanan dan ketahanan pangan masyarakat.
"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menabung gabah karena sedang musim panen padi. Kita tidak akan tahu pandemi corona ini sampai kapan berakhir, lebih baik melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan cepat, terukur, dan terarah," kata Anantiyo.
Kepala Desa Kedungumpul, Hendro Wacono mengapresiasi semangat masyarakatnya untuk menghidupkan kembali lumbung padi. Namun untuk mewujudkan hal itu mutlak diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi persoalan yang muncul sebagai dampak dari wabah corona yang berkepanjangan ini.
"Melalui cara ini warga di pedesaan bisa bertahan di sektor pangan jadi jika nanti wabah corona ini berkepanjangan setidaknya kita sudah punya stok pangan. Meski demikian, harapan kami pandemi COVID-19 ini segera berakhir," katanya.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, untuk mendukung ketahanan pangan Pemkab Temanggung mengucurkan dana sebesar Rp 464 juta, yang akan digunakan untuk membantu pembelian benih padi hibrida bagi petani. Adanya bantuan ini petani di Kabupaten Temanggung bisa mengurangi biaya produksi untuk periode Juli-Oktober 2020.
"Untuk mendukung ketahanan pangan diperlukan peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan, salah satunya dengan pemberian bantuan benih padi pada para petani. Bantuan sebesar Rp 464 juta untuk membantu pembelian benih padi hibrida berasal dari anggaran mendahului perda tentang perubahan APBD 2020 yang telah disetujui DPRD," terangnya.
Bupati juga mengingatkan warganya agar meneruskan program tani pekarangan, yang bisa dilakukan di pekarangan rumah masing-masing misalnya dengan menaman sayur-mayur, ketela, dan bisa menggunakan media tanah secara langsung atau di polybag. Melalui cara ini setidaknya masyarakat bisa bertahan jika memang nantinya dampak pandemi berdampak pada krisis ekonomi dan berlanjut pada krisis cadangan pangan.(rad-g-juni)

 

BUPATI MINTA SEMUA DESA DISIPLINKAN WARGA

"Jelang Panen Tembakau, Kalau Ga Disiplin Yang Rugi Masyarakat Sendiri."
Temanggung-GTPP, Bupati Temanggung, HM Al Khadziq, meminta seluruh Gugus Tugas Covid Kecamatan dan Gugus Tugas Desa se kabupaten untuk serius mendisiplinkan masyarakat mentaati peraturan dalam perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sampai 3 Juli mendatang.
Berbicara di depan para camat, Danramil, dan Kapolsek se Kabupaten Temanggung, di Pendopo Pengayoman, Senin sore (22/6), Bupati berharap perpanjangan PKM ini dapat berjalan efektif, sehingga masyarakat betul-betul disiplin pencegahan covid sehingga setelah itu dapat beraktifitas ekonomi dan bisa panen tembakau tanpa dihantui penularan virus.
"Kalau sampai pelaksanaan PKM tidak efektif, maka yang rugi masyarakat sendiri. Kalau sampai musim panen tembakau kita belum bisa menekan angka covid, maka nanti masyarakat akan merugi. Maka sekarang semua petugas harus tegas mendisiplinkan masyarakat, dan semua masyarakat harus taat pada disiplin pencegahan, agar setelah itu kita bisa panen tembakau dengan suka cita," katanya.
Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya oleh Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten bahwa Instruksi Bupati Temanggung Nomor 360/242 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat telah berakhir pada 19 Juni 2020. Maka bupati mengekuarkan instruksi baru untuk perpanjangan Pembataaan Kegiatan Masyarakat, yaitu Instruksi Bupati Temanggung Nomor 360/ 310 tahun 2020, tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Temanggung.
Bupati menginstruksikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Satgas Jago Tonggo, serta seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung, untuk:
KESATU: Melakukan percepatan penanganan COVID-19 rnelalui Pembatasan Kegiatan Masyarakat berupa penyelenggaraan: karantina, pemerintahan dan pelayanan publik, pariwisata, kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan seni budaya, kegiatan belajar mengajar, pembatasan kegiatan tempat usaha, kegiatan pasar daerah dan pasar tradisonal, olah raga, peribadatan, transportasi, dan kegiatan berpergian dan/atau masuk Temanggung.
KEDUA: Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sebagaimana dimaksud da lam Diktum KESATU mengacu pada Pedornan Pelaksanaan Pernbatasan Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID- 19 di Kabupa ten Temanggung sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Instruksi ini.
KETIGA: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung Cq. Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum melakukan koordin asi dengan TNI-POLRI serta perangkat daerah yang sesuai dengan bidang tugasnya guna efektifitas pelaksanaan Pengawasan Penyelenggaraan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
KEEMPAT: Pada saat Instruksi ini mulai berlaku maka Instruksi Bupati Temanggung Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-1 9 Kabupaten Temanggung Nomor 360/242 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Temanggung dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
KELIMA: Instruksi ini untuk diketahui dan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.
KEENAM: Instruksi Bupati ini mulai berlaku sejak tanggal 20 Juni 2020 sampai dengan 3 Juli 2020.(g-juni)

 

PERPANJANGAN PKM MENGATUR SEMUA SEKTOR

Temanggung-GTPP, Perpanjangan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kabupaten Temanggung dengan instruksi Bupati Nomor 360/Tahun 2020 mengatur berbagai sektor kehidupan masyarakat. Hal itu dilakukan semata untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, pengaturan kegiatan-kegiatan masyarakat di berbagai sektor dilakukan bukan untuk membelenggu akan tetapi sebaliknya untuk meminimalisir atau bahkan menghindarkan setiap warganya dari penularan corona virus. Pengaturan itu mulai dari sektor pemerintahan, pelayanan publik, hingga seluruh kegiatan di masyarakat hingga lapisan paling bawah.
"Selama PKM ini, masyarakat belum boleh berkerumun harus jaga jarak antar satu dengan lainnya. Obyek wisata di Temanggung dalam dua minggu ini juga belum boleh dibuka dulu, pertunjukkan seni budaya juga belum boleh. Penyelenggaraan olahraga yang kontak fisik untuk sementara ditunda dulu,"katanya Sabtu (20/6/2020).
Dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar selama PKM ini semua diminta untuk ditunda dulu. Baik sekolah umum, lembaga pendidikan, pondok pesantren, madin, TPQ dan kegiatan belajar sejenisnya. Penyelenggaraan peribadatan meski sudah kelonggaran namun pengelola wajib mentaati segala peraturan, seperti menerapkan protkol kesehatan dengan menadatangani surat pernyataan bermaterai Rp 6.000, termasuk menempatkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan.
Penyelenggaraan transportasi juga tidak luput dari penataan dalam perpanjangan PKM ini, sebab menjadi pertemuan antar orang. Antara lain, pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi diwajibkan membatasi jumlah penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas dengan menerapkan physical distancing. Pengguna sepeda motor diwajibkan memakai masker, lalu untuk angkutan moda transportasi barang dibatasi 1 orang sopir dan 1 orang pendamping.
"Untuk penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti rapat/selapanan RT/RW, pertemuan organisasi kemasyarakatan, pengajian, resepsi pernikahan, khitanan dan kegiatan sejenisnya peserta diabatasi maksimal 20 orang. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, handsanitizer, cuci tangan dan jaga jarak. Penanggungjawab kegiatan wajib pula melaporkan kepada gugus tingkat desa paling lambat 3 hari sebelum pelaksanaan,"katanya.(rad-g-juni)

 

MASYARAKAT DIMINTA IKUTI PEDOMAN PKM

Agar Pandemi Covid-19 Cepat Berlalu
Temanggung-GTPP, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengeluarkan instruksi Nomor 360/Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Instruksi ini berlaku mulai tanggal 20 Juli hingga 3 Juli 2020.
Hal itu dengan pertimbangan terjadinya peningkatan penyebaran kasus Covid-19 yang cukup signifikan hingga total mencapai angka 202 kasus. Sehingga untuk mengatasi hal itu perlu diterapkan lagi pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) untuk 14 hari ke depan dengan segala pedoman yang telah diatur sedemikian rupa untuk ditaati dan dilaksanakan oleh masyarakat.
"Dalam perpanjangan PKM ini memang masih ada beberapa hal yang kita batasi, saya harap semua masyarakat bisa mengikuti. Saya yakin semua warga tidak berdesak-desakan di pasar, saya yakin masyarakat Temanggung adalah masyarakat yang dewasa, mengerti dan saling memahami untuk berjarak antara satu dengan lainnya,"katanya Sabtu (20/6/2020) malam.
Dikatakan, pasar dan swalayan masih dibatasi dalam dua minggu ini, termasuk pembatasan jam operasional minimarket. Untuk pasar tradisional sampai pukul 16.00 WIB, toko modern, supermarket, minimarket jam operasional pukul 08.00-18.00 WIB, restoran dan rumah makan pukul 08.00-20.00 WIB. Lalu pedagang kaki lima (PKL) dan sektor informal pagi pukul 06.00 WIB-18.00 WIB, pedagang kaki lima (PKL) dan sektor informal sore pukul 15.00-22.00 WIB.
Dikatakan operasional tempat usaha dilaksanakan dengan ketentuan menempatkan petugas jaga untuk mengawasi pelaksanaan protkol kesehatan, tidak melayani pengunjung/pembeli yang tidak menggunakan masker dan diwajibkan melakukan disinfeksi secara berkala setiap 24 jam. Lalu melaporkan pelaksanaan aktivitas kepada gugus tugas tingkat kecamatan setiap minggu, membatasi jumlah pelanggan yang makan di tempat dengan kapasitas maksimal 25 persen dari kapasitas ruang dan paling lama satu jam.
Adapun untuk penyelenggaraan kegiatan pasar daerah dan tradisional ada ketentuan untuk pengelola pasar di mana harus membentuk satuan tugas/penanggungjawab pencegahan Covid-19 di masing-masing pasar dengan surat keputusan pengelola pasar. Memasang media informasi (leaflet, banner, spanduk) untuk mengingatkan pengelola, pedagang, dan pembeli/pengunjung agar mengikuti kedisiplinan sesuai protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun air mengalir/handsanitizer, serta social distancing.
Dijelaskan pula bahwa di pasar petugas harus mencegah kerumunan dengan mengatur waktu bongkar muat barang dagangan dari dan ke pasar oleh pemasok. Melakukan penataan ulang tempat berdagang dengan memanfaatkan tempat yang tersedia di sekitar pasar dan mengatur lalu lintas pengunjung. Bahkan pengelola MCK pun diminta pula mengatur jarak antrean penggunaan MCK.
"Para pedagang dan pembeli pun harus taat aturan seperti mengukur suhu bila di atas 37,5 derajat tidak boleh berjualan atau tidak boleh masuk pagi pengunjung harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Pedagang wajib menggunakan masker dan sarung tangan, hindari kontak fisik dengan lainnya dan tidak diizinkan membawa anak kecil di bawah 5 tahun,"terangnya.
Pun begitu bagi pembeli atau pengunjung harus menggunakan waktu belanja seefisien mungkin, menyiapkan uang pas untuk mengurangi kontak langsung dengan pedagang. Dianjurkan untuk bertransaksi di kios/los yang tidak terlalu padat pembeli, bahkan diminta menghindari pedagang yang tidak menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.(rad-g-juni)

 

TEMANGGUNG SIAP MENYAMBUT MUSIM PANEN TEMBAKAU

Temanggung, GTPP, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, bahwa seluruh masyarakat Temanggung saat ini siap menyambut musim panen raya tembakau tahun 2020, tanpa dihantui rasa takut dengan virus corona. Hal ini dapat dilakukan dengan syarat masyarakat bisa mentaati protokol kesehatan.
"Masyarakat Temanggung siap menyambut panen raya tembakau tanpa dihantui rasa takut dari virus corona, sebab masyarakat Temanggung adalah masyarakat yang tertib dan taat melaksanakan disiplin protokol covid. Saya optimis memasuki panen raya yang akan jatuh pada pertengahan bulan Juli, sampai Agustus, September, Oktober. Insya Allah di bulan-bulan itu angka Covid sudah melandai dan melantai sehingga situasinya kondusif bagi kita semua untuk melakukan panen raya tembakau," katanya Sabtu (20/6/2020) malam.
Bupati meminta semua pihak bisa menyambut panen raya tembakau dengan hati yang gembira tanpa takut terhadap virus corona. Maka ia mengajak petani, pedagang, perajin, dan pihak industri untuk bersama-sama menggarap tembakau. Namun demkian, sebelum masuk panen raya masyarakat diminta kesadarannya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.
"Tetapi sebelum itu (panen), masyarakat untuk melaksanakan dulu protokol-protokol Covid yang mana bawah pada saat ini angka positif kita masih relatif tinggi. Sehingga pada hari ini kita merasa untuk memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sampai dua minggu ke depan atau sampai tanggal 3 Juli 2020," katanya.
Ia yakin, setelah itu kondisi Temanggung akan kondusif, dan berharap semoga tidak ada lagi masyarakat yang terpapar virus corona. Kemudian angka semakin turun sehinga di pertengahan Juli bisa memanen tembakau dengan penuh suka cita.
"Cuma sekali lagi masyarakat untuk bersabar dulu, kita hanya butuh sekitar dua minggu memperpanjang PKM ini dan kalau kita semua disiplin mejalankan protokol-protokol yang diatur dalam pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), saya yakin Temanggung akan bebas dari virus corona. Dua minggu itu tidak lama, saya yakin masyarakat akan tertib menjaga jarak antara satu dengan lainnya, bisa disiplin memakai masker di ruang-ruang publik, senantiasa cuci tangan pakai sabun untuk menghindari virus corona ini," katanya.(rad-g-juni)

 

Sebaran Kasus COVID-19 di Kabupaten Temanggung

Update terakhir pada 01 Desember 2020 (Data dapat berubah sewaktu-waktu)

78

SUSPEK SAAT INI

67

KONFIRMASI DIRAWAT DI RS

335

KONFIRMASI ISOLASI MANDIRI

77

KONFIRMASI MENINGGAL

NO KECAMATAN MENUNGGU HASIL PCR SUSPEK SAAT INI KONFIRMASI DIRAWAT DI RS KONFIRMASI ISOLASI MANDIRI KONFIRMASI MENINGGAL
1 Temanggung 362 33 15 50 13
2 Kedu 66 0 7 22 5
3 Ngadirejo 61 1 6 15 11
4 Pringsurat 56 5 6 11 1
5 Bulu 43 0 3 24 5
6 Kranggan 25 0 4 33 9
7 Tlogomulyo 24 11 2 5 3
8 Jumo 23 0 2 2 2
9 Parakan 22 6 7 52 11
10 Selopampang 20 0 2 7 0
11 Tembarak 18 0 2 8 1
12 Gemawang 9 5 1 5 0
13 Bejen 7 5 1 22 2
14 Wonoboyo 7 6 0 2 0
15 Kledung 7 0 0 15 2
16 Kaloran 6 4 2 11 4
17 Tretep 6 2 0 0 0
18 Kandangan 0 0 2 18 6
19 Candiroto 0 0 2 24 0
20 Bansari 0 0 3 9 2

Tentang COVID-19

Corona Virus Disease

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah CCOVID-19 Menular?

YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Apa Penyebab COVID-19?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Bagaimana Gejala COVID-19?

Orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala dapat berkembang menjadi pneumonia berat.

Bagaimana Cara Mencegah?

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap berada di rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.

Lakukan langkah berikut!

- Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung). Jangan meludah sembarangan.
- Bersihkan benda yang sering disentuh.
- Gunakan masker jika Anda sakit dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat
- Cuci tangan dengan sabun
- Konsumsi makanan bergizi dan olahraga
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Rumah Sakit Rujukan

RSUD Temanggung

RSUD Temanggung
Jalan Gajah Mada No. 1A, Sendang, Walitelon Sel., Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56219 Telp. (0293) 491119

Proses Mencuci Tangan

Siapkan air dan sabun

Cuci telapak tangan

Cuci sela-sela jari

Cuci ibu jari

Cuci punggung tangan

CUci pergelangan tangan

Infografis

Video Terkait COVID-19


Penyemprotan Disinfektan Pasar Ngadirejo (18 Juni

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang 14 Har

Gubernur Cek Kesiapan Penutupan Pasar di Temanggun

Bupati Sidak Pasar Modern dan Mini Market (14 Juni

Pasar Ditutup Sementara Untuk Disemprot Disinfekta

Sidak Pasar, Bupati Pastikan Penerapan Protokoler

Masyarakat Temanggung Siap Sambut Panen Tembakau T

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Beberapa Pasar Ak