Sebaran Kasus COVID-19 di Kabupaten Temanggung

Update terakhir pada 18 April 2021 (Data dapat berubah sewaktu-waktu)

0

SUSPEK SAAT INI

18

KONFIRMASI DIRAWAT DI RS

20

KONFIRMASI ISOLASI MANDIRI

194

KONFIRMASI MENINGGAL

NO KECAMATAN MENUNGGU HASIL PCR SUSPEK SAAT INI KONFIRMASI DIRAWAT DI RS KONFIRMASI ISOLASI MANDIRI KONFIRMASI MENINGGAL
1 Kandangan 11 0 0 1 11
2 Kranggan 7 0 3 7 21
3 Candiroto 4 0 0 0 4
4 Parakan 2 0 1 0 21
5 Bejen 1 0 1 4 7
6 Tretep 1 0 0 0 2
7 Tembarak 0 0 1 0 5
8 Wonoboyo 0 0 0 0 2
9 Kledung 0 0 0 0 3
10 Bansari 0 0 1 0 5
11 Gemawang 0 0 0 0 2
12 Jumo 0 0 0 0 6
13 Ngadirejo 0 0 1 0 19
14 Kedu 0 0 0 0 13
15 Bulu 0 0 0 0 9
16 Temanggung 0 0 9 6 44
17 Pringsurat 0 0 0 0 5
18 Tlogomulyo 0 0 0 0 4
19 Selopampang 0 0 0 1 1
20 Kaloran 0 0 1 1 10

Zonasi Risiko Covid-19

Zona Risiko Covid-19 12-18-April-21
Zona Risiko Covid-19 5-11-April-21
Zonasi Risiko Covid-19, 29 Maret - 3 April 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 22-29 Maret 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 15-21 Maret 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 8 - 14 Maret 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 1-7 Maret 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 22-28 Februari 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 15-21 Februari 2021
Zonasi Risiko Covid-19, 8-14 Februari 2021

Infografis

Berita COVID-19

Berita Terkait COVID-19

KELURAHAN PARAKAN KAUMAN DISEMPROT DISINFEKTAN

Masyarakat Diminta Tetap Tenang tapi Tidak Menyepelekan
TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Satgas Penanganan Corona Virus Kabupaten Temanggung menerjunkan petugas PMI guna melakukan penyemprotan cairan disinfektan di perkampungan padat penduduk di Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari adanya penemuan klaster kondangan dan dari kampung Coyudan dan Situk.
Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh di jalan-jalan kampung, hingga rumah ibadah yang ada di kampung tersebut. Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq pun terjun langsung untuk meninjau penyemprotan dan tampak melakukan diskusi dengan sejumlah warga. Mereka diimbau untuk tetap menaati protokol kesehatan, tenang tapi tidak menyepelekan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei menuturkan, penyemprotan telah dilakukan secara menyeluruh sejak pagi hari hingga sore hari. Dengan penyemprotan disinfektan ini setidaknya bisa meminimalisir risiko penularan.
"Kami imbau masyarakat tetap menjaga kebersihan, kesehatan agar bisa meminimalkan penularan, pakai masker, cuci tangan dan apabila tidak perlu sekali jangan keluar rumah," katanya Kamis (1/10/2020).
Lurah Kauman Parakan Bambang Sumardiyanto menambahkan, Kelurahan Kauman Parakan ini terdiri dari 16 RW. Dari 16 RW ini kasus covid-19 menyebar di 9 RW dan yang paling banyak di RW 13 yakni di lingkungan Coyudan. Dari klaster kondangan saat ini ada 30 orang yang positif.
Memang diakuinya, diawal ditemukannya kasus covid-19 di Kelurahan Kauman ini memang sempat membuat warga merasa ketakutan. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat, saat ini masyarakat sudah mulai mengerti dan memahami.
"Paling banyak memang dari klaster kondangan itu, warga yang ikut kondangan ya paling banyak di Coyudan. Ketakutan pasti ada, harapan kami perekonomian tetap berjalan protokol kesehatan juga wajib dilakukan. Secara psikologis kami sudah memberikan pengertian kepada warga untuk tetap tenang tapi taat protokol kesehatan," katanya.
Ditegaskan juga mulai saat ini hingga menunggu situasi kondusif masyarakat Kelurahan Kauman diminta untuk tidak menyelenggarakan acara yang bisa menimbulkan kerumunan banyak orang. Baik kegiatan keagamaan, hajatan, pertemuan keluarga dan lain sebagainya.(RAD)

 

PEMKAB TEMANGGUNG PASTIKAN LOKASI KARANTINA COVID-19 SIAP

Pelayanan Kepada Warga Diharapkan Berjalan dengan Baik
TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung saat ini telah menyiapkan kembali lokasi karantina bagi warga terkonfirmasi Covid-19, yakni di Balai Latihan Kerja. Selain itu, akan disiapkan pula Gedung Pemuda, sebagai bagian dari upaya antisipasi jika ada penambahan kasus.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq bersama Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Ketua DPRD Yunianto, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo dan lain-lain, Rabu (30/9/2020), sore pun melakukan pengecekkan lokasi karantina di Balai Latihan Kerja (BLK) Maron di Jalan Gajah Mada. Hal itu untuk mengetahui segala kesiapan yang ada guna memastikan agar selama dikarantina warga terlayani secara maksimal.
"Tempat karantina ini tadi saya lihat bersama pimpinan DPRD, sarana prasarananya sudah siap, kemudian kebersihannya juga sudah bagus. Para personil yang akan mendampingi masyarakat yang dikarantina juga sudah siap semua. Bahan-bahan makanan, obat-obatan sudah siap," katanya Rabu (30/9/2020)
Bupati berharap jika segala sesuatu telah disiapkan dengan baik maka tidak akan ada masalah. Ia sangat berharap agar pelayanan kepada masyarakat yang dikarantina bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, bisa segera negatif, supaya bisa kembali pulang berkumpul bersama keluarganya masing-masing.
Dikatakan, BLK Maron memiliki kapasitas untuk menampung 67 orang. Selain kamar tidur juga terdapat berbagai fasilitas seperti dapur, lalu diminta disediakan televisi dan fasilitas wifi. Warga yang menjalani karantina harus merasakan kenyamanan, ketenangan, agar imun bisa cepat meningkat.
"Selain BLK kita sedang menyiapkan lokasi karantina lain, yakni Gedung Pemuda yang sedang kita rapikan lagi. Kalau-kalau kasusnya menanjak. Jadi seiring dengan peningkatan ini tentu ruang karantina Kabupaten kita siapkan lagi, kemudian rumah sakit kita siagakan lagi agar bisa mengantisipasi hal-hal kalau terjadi ekskalasi kasus," katanya.(RAD)

 

KLASTER KONDANGAN PICU KASUS COVID-19 DI TEMANGGUNG

Warga Diminta Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
TEMANGGUNG, Kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung saat ini mengalami peningkatan kembali, setelah munculnya klaster baru, yakni klaster kondangan. Dari klaster kondangan memunculkan 21 kasus baru.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, klaster baru tersebut bermula dari masyarakat Kampung Coyudan, Kecamatan Parakan, kondangan ke Cirebon Jawa Barat. Sepulang dari hajatan atau walimah pernikahan tersebut, ada satu orang dari bagian rombongan tersebut sakit lalu meninggal dunia.
"Di Kabupaten Temanggung muncul klaster baru, klaster kondangan. Jadi ada masyarakat dari Coyodan, Parakan kondangan ke Cirebon, sepulang dari kondangan ada satu orang sakit, meninggal dunia. Ternyata yang bersangkutan positif sehingga dilakukan swab semua rombongan ini ditemukan ada 18 kasus positif dari Coyudan, tiga lagi dari Situk, total ada 21 yang positif," katanya, Rabu (30/9/2020).
Mengetahui hal ini Satgas Penanganan Corona Virus Kabupaten Temanggung bergerak cepat untuk menangani kasus ini. Dari analisa di lapangan di dapati bahwa Kampung Coyudan ini kondisinya sangat padat penduduk, jarak antar rumah berdekatan, gangnya sangat sempit. Maka jika dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing ini ada potensi menyebar dan menularkan kepada tetangga-tetangganya yang belum terinfeksi virus, sehingga diputuskan untuk dilakukan karantina.
"Yang kedua, juga aspirasi dari masyarakat Coyudan sendiri, mereka merasa khawatir terjadi penularan lokal kalau warga yang positif ini diisolasi mandiri di kampung. Mereka sendiri meminta agar dilakukan karantina oleh pemerintah kabupaten," katanya.
Lokasi karantina yang disiapkan untuk karantina adalah BLK Maron di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung. Segala persiapan telah dilakukan untuk mengkarantina warga. Bahkan sejak semalam Camat Parakan dan juga Lurah Kauman sudah melakukan sosialiasi kepada warga setempat baik warga yang akan dikarantina maupun warga setempat yang tidak dikarantina.
"Sore ini akan kita lakukan penjemputan, semoga semuanya berjalan lancar. Setelah kita lakukan penjemputan, Desa Coyudan ini kemudian akan kita lakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan juga ke gang-gang yang ada di desa tersebut," katanya.
Harapannya, dengan dipisahkan mereka yang positif dari kampung padat penduduk ini, tidak terjadi penularan transmisi lokal. Masyarakat tetap dapat selamat dan yang dikarantina juga kondisinya terus membaik, bisa segera menjadi negatif dan sehat kembali.
"Himbauan kepada masyarakat, taati protokol Covid-19, karena ternyata Covid ini belum hilang. Bahkan, akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus di Kabupaten Temanggung, jumlah yang meninggal meningkat, jumlah yang terinfeksi juga meningkat. Jadi kalau masyarakat semuanya disiplin protokol Covid maka kita harapkan kasus ini segera hilang dari Temanggung," katanya.(RAD)

60 WARGA TEMANGGUNG SEMBUH DARI CORONA

"Karantina Agar Tidak Menulari Orang Lain"
Temanggung-GTPP, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penagangan Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijianto mengatakan, saat ini ada 60 orang pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh. Mereka sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan karantina di Gedung Pemuda, serta BLK Maron.
"Dari hasil evaluasi jumlah pasien Covid-19 yang sembuh terus bertambah. Kemarin yang sembuh tambah 10 orang, malam tadi 60 orang. Jadi pasien Covid-19 yang belum sembuh tinggal 87 orang, dengan demikian, untuk yang positif kini jumlahnya sudah semakin menurun," katanya Kamis (25/6/2020).
Dikatakan pula dalam 10 hari terakhir ini hasil tracing pasien yang kontak erat dengan penderita Covid-19 diperoleh lebih dari 400 orang yang rapid testnya reaktif. Selanjutnya dilakukan swab test untuk pemeriksaan PCR ternyata hanya ada 1 yang positif lainnya negatif.
Disebutkan, dari sisa 87 orang saat ini masih dikarantina di Gedung Pemuda sebanyaK 5 orang, di BLK Maron 22 orang, di RSUD Temanggung 2 orang, sisanya karantina mandiri di rumah. Rinciannya yang sembuh dari rumah sakit ada 6 orang, dari karantina 64 orang. Kesembuhan setiap orang berbeda-beda ada yang 2 bulan ada yang sampai 2,5 bulan dinyatakan belum sembuh oleh dokter, sebab tergantung juga dari imun masing-masing.
"Alhamdulillah dari yang karantina baik di BLK, Gedung Pemuda maupun rumah sakit banyak yang sembuh. Dari hasil ini tentunya sangat menggembirakan, di tempat kita ini banyak yang OTG atau orang tanpa gejala, jadi juga tergantung imunitas masing-masing," katanya.
Meski demikian, Gotri meminta kepada semua pihak untuk tidak tergesa-gesa masuk ke kehidupan new normal. Apalagi Kabupaten Temanggung saat ini masih masih menjalankan PKM atau pembatasan kegiatan masyarakat sampai tanggal 3 Juli 2020. Disamping menunggu hingga berakhirnya PKM juga akan dilihat trend 10 hari ke depan.
"Jangan buru-buru new normal, dan kami percaya ketaatan, kedisiplinan masyarakat di Kabupaten Temanggung ini akan mempercepat penanganan Covid-19 di Temanggung. Dengan begitu kita bisa menyambut musim panen tembakau di bulan Juli, Agustus, September dengan tidak takut dihantui virus Covid-19," katanya.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung yang juga anggota Divisi Pencegahan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung Khabib Mualim, menuturkan, memang selama ini belum semua masyarakat paham mengapa harus dikarantina, sebab sekilas tampak sehat, tapi hasil uji lab dinyatakan positif atau disebut orang tanpa gejala (OTG).
OTG ini harus menjalani karantina dengan harapan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya dan untuk dilakukan asesmen apabila ternyata memiliki penyakit penyerta. Jika ternyata memiliki penyakit penyerta maka harus menjalani isolasi di rumah sakit.
"Diisolasi itu agar tidak menulari orang lain, dalam hal ini pemerintah menyelamatkan orang banyak dan si pasien. Mereka lalu diasesmen punya komorbid (penyakit penyerta) atau tidak, meski merasa sehat tapi bisa juga ternyata memiliki penyakit jantung dan yang lebih tahu dokter dengan alat penunjangnya. Kepada mereka pun sudah kami jelaskan maksud dan tujuan di karantina," katanya.
Dikatakan Khabib, dari puluhan orang yang menjalani karantina baik di Gedung Pemuda maupun BLK Maron setelah menjalani assesment di RSUD Temanggung ternyata ada 5 orang diketahui memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi. Maka mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan yang tidak memiliki penyakit penyerta namun hasil swab positif meski tanpa gejala tetap menjalani karantina. Karantina bukanlah pengucilan tapi membatasi kontak agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.
"Rapid test massal itu perintah Presiden jadi kita di daerah tinggal melaksanakan saja. Lalu ada pertanyaan dari masyarakat kenapa yang hasil swab positif itu cuma di WA lalu di karantina tidak pakai surat resmi itu ada alasannya. Pertama ini masa darurat sehingga langkah tercepat adalah menyelamatkan warga yang hasil lab positif, kemudian surat resmi kita buat menyusul yang penting menyelamatkan orangnya dulu, jadi surat itu tetap ada" terangnya.(rad-g-juni)

 

BUPATI DAN SENIMAN BAHAS CARA PERTUNJUKKAN DI ERA NEW NORMAL

”Festival Terbaik Adalah yang Membuat Penonton Nyaman”
Temanggung-GTPP, Selama masa pandemi Covid-19, praktis para seniman di Kabupaten Temanggung tidak bisa melaksanakan aktivitasnya seperti saat keadaan normal. Tidak ada lagi pentas keliling bagi seniman jaran kepang, yang selama ini menjadi andalan Temanggung, termasuk jenis kesenian lain yang sangat banyak jumlahnya di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.
Oleh karena itu, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menyambangi para seniman di Desa Candisari, Kecamatan Bansari. Hal itu dilakukan guna menerima masukan dari para seniman, sebagai sambung rasa di ruang aula desa setempat, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pada kesempatan itu kepada para seniman bupati juga memberikan banyak saran bagaimana warga desa membuat sebuah event yang profesional jika kelak nanti pandemi telah berlalu.
Rohim salah satu seniman jaran kepang dari kelompok Turangga Muda Candi (TMC), mengemukakan kekecewaannya karena rencana pentas gagal lantaran hantaman badai pandemi corona. Sebelumnya TMC sudah pentas 10 kali dalam rangkaian acaranya namun harus berhenti.
"Kami mau bertanya kapan bisa pentas lagi ? Lalu ke depan jika keadaan sudah normal apakah pentas hanya dilakukan di Kota Temanggung saja, sebab kami di Candisari berharap bisa jadi tuan rumah festival,"katanya, Selasa (23/6/2020).
Bupati meminta kesabaran para seniman agar pandemi cepat berlalu sehingga keadaan bisa kembali normal. Saat ini di Kabupaten Temanggung sudah masuk pada tahap pendisiplinan warga, dan jika itu bisa ditegakkan maka warga bisa hidup di era new normal. Namun demikian, para seniman diminta untuk tetap bersemangat latihan, tapi tetap mengedepankan jaga jarak, sehingga jika keadaan sudah normal bisa pentas.
Sekarang ini pemerintah sedang menyiapkan kehidupan baru menuju new normal, tapi untuk saat ini di Temanggung belum bisa new normal, karena kasusnya masih banyak. Penularan dari transmisi lokal antar penduduk masih banyak terjadi sehingga saat ini Kabupaten Temanggung memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat.
"Jika keadaan sudah normal dalam arti di era kehidupan baru sudah bisa pentas seni-budaya, jangan dibayangkan bisa seperti sebelumnya. Misalnya, sebelumnya jaran kepang digelar di halaman rumah, ke depan digelar di lapangan yang lebih luas biar tidak ada kerumunan. Nanti akan ada petunjuk lebih lanjut bagaimana pertunjukkan-pertunjukkan seni yang aman dari penyebaran virus corona," katanya.
Bupati Khadziq sendiri mengemukakan bahwa sebenarnya sejak awal menjabat sudah berkomitmen menjadikan Temanggung sebagai kota festival. Tahun 2020 sebenarnya sudah direncanakan ada berbagai festival sejak Festival Sindoro Sumbing (FSS), Jifolk, Grebek Parakan, Temanggung Night Carnival. Kemudian yang sudah direncanakan lagi seharusnya pada akhir April ada festival wiwit mbako dengan konsep pertunjukkan jaran kepang selama sepekan di alun-alun dan penutupan dilakukan kembul bujana makan ingkung bersama-sama. Namun rencana itu tidak terlaksana karena ada corona.
"Kita berharap 3 Juli PKM diakhiri setelah itu butuh 2-3 minggu untuk mendisiplinkan warga sebagai persiapan menuju new normal, harapannya minggu ketiga bulan Juli kita sudah bisa menerapkan new normal itu kalau masyarakat benar-benar bisa disiplin sehingga penularan bisa terkendali. Jadi belum pasti, masyarakatnya bisa bareng-bareng disiplin atau tidak, pemerintahnya bekerja atau tidak harus dilihat, termasuk gugus tugas kecamatan dan desa harus mendisiplinkan warganya," katanya.
Soal festival seni di Kabupaten Temanggung memang pada tahun 2020 ini semua hilang, namun harapannya di tahun depan semua bisa dibuat lagi. Namun demikian, Bupati berpesan jika para seniman ingin membuat pertunjukkan harus profesional, sebab festival yang bisa bertahan adalah festival terbaik dengan animo penonton baik serta penyelenggara eventnya yang juga baik. Penilai baik atau tidaknya festival adalah penonton, dari segi materi dan penyelenggaraan eventnya.
Dalam penyelenggaraan sebuah event tidak hanya pertunjukannya saja, tapi faktor pendukung perlu dipikirkan seperti penyediaan toilet/WC, bagaimana jika ada penyediaan home stay, penataan parkir aman nyaman, ada sajian makanan. Jika faktor pendukung tidak bisa dipenuhi maka bisa mengecewakan penonton dan tidak menutup kemungkinan akan kapok untuk kembali datang jika event itu diselenggarakan lagi. Lalu ada saling mengunjungi antar kelompok kesenian sebab dengan saling menonton maka kreativitasnya akan bertambah.
Untuk mewujudkan penyelenggaraan event yang profesional Pemkab Temanggung dalam perencanaan sebelumnya juga sudah akan membuat klinik event. Penyelenggara kesenian di setiap kampung akan dilatih cara membuat event yang membuat penonton menjadi betah. Namun sama dengan yang lain program ini tertunda karena corona.
"Festival terbaik adalah festival yang membuat penonton merasa nyaman, misal di Candisari ada event nasional yang nonton orang Jakarta, Semarang ternyata WC nya bau bisa kapok, kalau jalannya macet bisa males. Jadi bukan sekedar njogete, tabuhane tapi juga keamanan, kenyamanan. Untuk mengetahui hal seperti itu bisa dicoba misal ada jaran kepang nanti wawancara 10 penonton dari luar desa apa keluhannya sehingga bisa untuk bahan koreksi," katanya.
Kepala Desa Candisari Ceper Tarwidi meminta seluruh seniman di wilayahnya dan warga pada umumnya untuk tetap melaksanakan petunjuk dari pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan. Diyakininya kekecewaan masyarakat itu pasti ada, tapi semoga dengan adanya dialog bagaiamana tata cara melakukan pentas kesenian di era baru nanti diharapkan bisa sedikit mengobati kekecewaan.(rad-g-juni)

 

MELONGOK GELIAT EKONOMI PASAR LEGI DIKALA PANDEMI

Bupati : "Aja Kemruyuk Nek Nang Pasar"
Temanggung-GTPP, "Nyuwun kawigatosanipun dumateng bapak-bapak, ibu-ibu, lan para sedulur kabeh, kangge nyegah penularan virus corona ingkang saya parah wonten Kabupaten Temanggung. Sedaya para rawuh ing pasar, para pedagang, lan ingkang blanja wonten Pasar Legi Parakan milai tanggal 15 Mei 2020 wajib ngangge masker. Ingkang mboten ngangge masker mboten angsal mlebet lan dipun sumanggak aken medal saking pasar menika.
Sedanten ingkang wonten pasar dipun wajibpaken jagi jarak paling mboten setunggal meter saking lian, mekaten anggen kula suwun mboten nyepelek aken supados sedoyo aman,".......
Begitu bunyi dari corong pengeras suara di Pasar Legi Parakan yang terdengar di setiap sudut menyambut datangnya para pengunjung di pasar yang menjadi pusat perekonomian terbesar kedua di Kabupaten Temanggung ini. Kata-kata berbahasa Jawa itu meminta kepada semua yang ada di pasar untuk menaati protokol kesehatan agar aman dari virus corona.
Bukti ketegasan ini bukan sekadar isapan jempol belaka, adalah sigapnya satpam pasar yang berjaga di pintu masuk, memeriksa suhu tubuh setiap orang menggunakan thermometer gun. Sebelumnya, warga diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun yang telah disediakan di depan pintu gerbang. Hal itu juga berlaku saat Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengunjungi pasar ini, Selasa (23/6/2020).
Kedatangan bupati adalah untuk melakukan pengecekan apakah protokol kesehatan benar-benar diterapkan. Selain itu, juga menerima masukan dari pengurus pasar, pedagang, maupun pengunjung, termasuk mencermati bagaimana geliat ekonomi di Pasar Legi di masa pandemi Covid-19.
"Aja kemruyuk nek nang pasar, sing penting nganggo masker kabeh. Nek pasare kenang virus mengko wong do wedi rene. Mengko sampean rugi ora payu, mulane aja nganti kena virus. Mula ngati-ati, wah duite akeh, bar nyekel duit cuci tangan, nggawa kaya ngene opo ora sampean," kata Bupati Khadziq berseloroh sambil menunjukkan handsanitizer kepada pedagang yang dijumpainya.
Lina Pujiati (33), pedagang bumbon di Pasar Legi yang diajak bicara bupati pun menyahut tidak membawa handsanitizer, tapi sudah cuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh pengurus pasar. Sambil manggut-manggut ia, dan kawan-kawan pedagang mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun demikian, Lina justru mengungkapkan keluh kesahnya pada orang nomor satu di Pemerintahan
Kabupaten Temanggung ini soal lesunya transaksi ekonomi.
"Wah sejak corona ini pasar jadi sepi pembeli pak, ini seharian baru dapat duit Rp 200 ribu. Sudah dagang sejak jam 04.00 pagi," katanya. Namun langsung ditimpali oleh Khadziq harus bersyukur sudah dapat duit, sebab ada pedagang lain yang dagangannya belum laku.
Kepala Pasar Legi Parakan Siti Sundariyah mengatakan, di pasar yang dikelolanya protokoler kesehatan diterapkan secara ketat, di mana di setiap pintu masuk dijaga petugas. Warga yang akan masuk harus cuci tangan, lalu diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermoetergun, serta wajib menggunakan masker.
Ketua Paguyuban Pegadang Sayur Menoreh Nanang Budiyanto menuturkan, pasar pagi memang sudah mulai ramai sejak pukul 04.00 WIB, namun di situ tetap diberlakukan phsycal distancing. Di pasar pagi digunakan untuk kulak "bakul eyek" (pedagang sayur keliling) yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 600 pedagang dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung, bahkan ada dari Kretek Kabupaten Wonosobo.
"Alhamdulillah kalau untuk kesadaran, karena pedagang dan pembeli sudah saling mengingatkan. Di sini itu banyak paguyuban jadi sering sosialisasi tentang kesehatan juga. Harapan kami corona cepat berlalu kemudian ada pemulihan keadaan, pemulihan kepercayan masyarakat agar tidak takut berbelanja lagi di pasar," katanya.
Ahmad, pedagang pernak-pernik di Pasar Legi menuturkan, memang geliat perekonomian agak tersendat sebagai dampak dari pandemi. Bahkan tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia tengah tergoncang. Tapi dia yakin saatnya nanti akan tiba perekonomian membaik jika masa wabah telah berakhir.
"Kalau dagangan saya seperti ini sedikit-sedikit masih laku tetap disyukuri saja. Yakin nanti pandemi berlalu keadaan kembali normal, sekarang jalankan saja protokol kesehatan, berjuang bersama tidak usah saling menyalahkan," katanya.(rat-g-juni)

 

Tentang COVID-19

Corona Virus Disease

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah CCOVID-19 Menular?

YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Apa Penyebab COVID-19?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Bagaimana Gejala COVID-19?

Orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala dapat berkembang menjadi pneumonia berat.

Bagaimana Cara Mencegah?

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap berada di rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.

Lakukan langkah berikut!

- Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung). Jangan meludah sembarangan.
- Bersihkan benda yang sering disentuh.
- Gunakan masker jika Anda sakit dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat
- Cuci tangan dengan sabun
- Konsumsi makanan bergizi dan olahraga
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Rumah Sakit Rujukan

RSUD Temanggung

RSUD Temanggung
Jalan Gajah Mada No. 1A, Sendang, Walitelon Sel., Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56219 Telp. (0293) 491119

Proses Mencuci Tangan

Siapkan air dan sabun

Cuci telapak tangan

Cuci sela-sela jari

Cuci ibu jari

Cuci punggung tangan

CUci pergelangan tangan

Video Terkait COVID-19


Penyemprotan Disinfektan Pasar Ngadirejo (18 Juni

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang 14 Har

Gubernur Cek Kesiapan Penutupan Pasar di Temanggun

Bupati Sidak Pasar Modern dan Mini Market (14 Juni

Pasar Ditutup Sementara Untuk Disemprot Disinfekta

Sidak Pasar, Bupati Pastikan Penerapan Protokoler

Masyarakat Temanggung Siap Sambut Panen Tembakau T

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Beberapa Pasar Ak