Sebaran Kasus COVID-19 di Kabupaten Temanggung

Update terakhir pada 17 Juni 2021 (Data dapat berubah sewaktu-waktu)

158

SUSPEK SAAT INI

74

KONFIRMASI DIRAWAT DI RS

248

KONFIRMASI ISOLASI MANDIRI

227

KONFIRMASI MENINGGAL

NO KECAMATAN MENUNGGU HASIL PCR SUSPEK SAAT INI KONFIRMASI DIRAWAT DI RS KONFIRMASI ISOLASI MANDIRI KONFIRMASI MENINGGAL
1 Kandangan 197 0 3 21 13
2 Temanggung 164 66 26 37 55
3 Selopampang 113 0 0 0 3
4 Pringsurat 106 0 5 9 7
5 Kedu 93 50 1 10 16
6 Kaloran 81 8 3 32 12
7 Bejen 60 0 2 17 8
8 Ngadirejo 58 0 3 11 20
9 Parakan 56 10 9 22 23
10 Bulu 52 0 1 51 9
11 Kledung 31 0 1 0 4
12 Candiroto 25 0 4 3 4
13 Tembarak 20 5 2 14 7
14 Gemawang 18 0 1 2 2
15 Tretep 13 6 0 1 2
16 Wonoboyo 13 5 5 0 2
17 Tlogomulyo 10 8 2 2 4
18 Bansari 9 0 0 2 6
19 Jumo 0 0 2 4 7
20 Kranggan 0 0 4 10 23

Zonasi Risiko Covid-19

Zona Risiko Covid-19 31 Mei - 6 Juni 2021
Zona Risiko Covid-19 24-30 Mei 2021
Zona Risiko Covid-19 17-24 Mei 2021
20 MEI, PERKEMBANGAN ZONASI RT
18 MEI, PERKEMBANGAN ZONASI RT
Zona Risiko Covid-19 10-16 Mei 2021
11 MEI, REKAPITULASI PENGINPUTAN PPKM MIKRO KABUPATEN TEMANGGUNG
10 MEI, REKAPITULASI PENGINPUTAN PPKM MIKRO KABUPATEN TEMANGGUNG
Zona Risiko Covid-19 03 - 09 Mei 2021
Zona Risiko Covid-19 26 April 2021 - 02 Mei 2021
Zona Risiko Covid-19 19-25-April-21
Zona Risiko Covid-19 12-18-April-21

Infografis

Berita COVID-19

Berita Terkait COVID-19

Pemkab Temanggung Keluarkan SE Larangan Mudik

Pemkab Temanggung, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 007 tahun 2021 tentang larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021, dan upaya pengendalian penyebaran corona virus disease (Covid-19). Hal itu sebagai bentuk antisipasi semakin merebaknya penularan virus yang menjadi pandemi di dunia ini.

"Larangan mudik itu kita bagi menjadi 3 kelompok, yaitu menjelang masa larangan mudik 25 April - 5 Mei 2021, masa larangan mudik 6 Mei - 17 Mei 2021, dan pasca larangan mudik 18 Mei-24 Mei 2021. Lalu ada larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi yang digunakan untuk kepentingan mudik, dan larangan mudik ini berlaku bagi pelaku perjalanan yang menggunakan sarana transportasi darat lintas kabupaten/provinsi,"kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, Rabu (28/4/2021).

Kendati demikian, selama periode menjelang dan pasca masa larangan mudik dikecualikan bagi kendaraan layanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak. Seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil dan kepentingan non mudik tertentu dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah.

Dikatakan, bagi pelaku perjalanan lintas kabupaten/provinsi wajib memiliki surat izin perjalanan/surat izin keluar masuk (SIKM) sebagai syarat perjalanan. Bagi instansi pemerintah, pegawai BUMN/BUMD,prajurit TNI dan anggota Polri harus melampirkan surat izin tertulis dari pejabat berwenang disertai tanda tangan basah/tanda tangan elektronik disertai identitas diri calon pelaku perjalanan.

Hal itu berlaku juga bagi pegawai swasta melampirkan surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan dilengkapi tanda tangan basah/elektronik dan identitas diri. Bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum non pekerja harus melampirkan surat izin terulis dari kepala desa/lurah.

"Apabila tidak membawa surat sebagaimana dimaksud pada angka 1 pelaku perjalanan diarahkan atau diperintahkan untuk kembali ke daerah asal perjalanan.

Ini adalah tindaklanjut dari keputusan Satgas Pusat, Menteri Perhubungan terkait pengaturan pelarangan mudik. Jadi intinya selama masa pelarangan mudik boleh masuk Kabupaten Temanggung selama mengantongi izin,"katanya.

Bupati HM Al Khadziq Bersama Forkompimda Tinjau Penyekatan Kendaraan Pemudik

Bupati HM Al Khadziq bersama unsur Forkompinda, yakni Ketua DPRD Yunianto, Kajari Sunanto, Kapolres AKBP Benny Setyowadi, Dandim 0706 Letkol CZi Kurniawan Hartanto, dan Sekda Hary Agung Prabowo, meninjau penyekatan kendaraan pemudik di Kaliampo, Pringsurat, dan Pospam Kranggan.

Dalam kegiatan itu, dipantau pergerakan kendaraan terutama dari luar wilayah. Bupati bahkan sempat memeriksa pengendara kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat berpat nomor luar wilayah. Ia sempat menanyakan daerah tujuan dan melihat KTP pengendara.

"Sesuai dengan instruksi dari Satgas Covid-19, tingkat nasional Pemkab Temanggung menerapkan larangan mudik Lebaran mulai tanggal 6 Mei sampai setelah Lebaran. Tapi sebelum tanggal 6 kita sudah mulai lakukan penyekatan-penyekatan untuk mengamankan masyarakat Kabupaten Temanggung dari penyebaran Covid-19. Bagi pemudik yang lewat Temanggung kita periksa semua, kita minta rapid tes bagi yang belum membawa surat-surat ,"ujarnya Senin (3/5/2021).

Menurutnya, setelah tanggal 6 Mei semua yang lewat akan diminta putar balik, bahkan semua pintu masuk Kabupaten Temanggung telah disiapkan posko untuk melakukan penyekatan. Larangan mudik di Temanggung diterapkan secara berjenjang baik di tingkat kabupaten, pintu masuk kecamatan sampai di tingkat desa. Semua pemudik akan diperlakukan sama tanpa kecuali.

Adapun untuk pemudik yang sudah tiba akan didatangi oleh petugas dari puskemas, didampingi oleh Babinsa, Babinkamtibmas, dari Polsek dan Koramil. Mereka akan diminta melakukan swab tes secara mandiri, bayar sendiri. Jika diketahui ada yang positif maka diwajibkan melakukan isolasi mandiri.

Kartika (20) pemudik dari Semarang yang hendak menuju Cilacap, diminta swab antigen, lantaran saat diperiksa tidak dapat menunjukkan surat antigen.

KELURAHAN PARAKAN KAUMAN DISEMPROT DISINFEKTAN

Masyarakat Diminta Tetap Tenang tapi Tidak Menyepelekan
TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Satgas Penanganan Corona Virus Kabupaten Temanggung menerjunkan petugas PMI guna melakukan penyemprotan cairan disinfektan di perkampungan padat penduduk di Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari adanya penemuan klaster kondangan dan dari kampung Coyudan dan Situk.
Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh di jalan-jalan kampung, hingga rumah ibadah yang ada di kampung tersebut. Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq pun terjun langsung untuk meninjau penyemprotan dan tampak melakukan diskusi dengan sejumlah warga. Mereka diimbau untuk tetap menaati protokol kesehatan, tenang tapi tidak menyepelekan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei menuturkan, penyemprotan telah dilakukan secara menyeluruh sejak pagi hari hingga sore hari. Dengan penyemprotan disinfektan ini setidaknya bisa meminimalisir risiko penularan.
"Kami imbau masyarakat tetap menjaga kebersihan, kesehatan agar bisa meminimalkan penularan, pakai masker, cuci tangan dan apabila tidak perlu sekali jangan keluar rumah," katanya Kamis (1/10/2020).
Lurah Kauman Parakan Bambang Sumardiyanto menambahkan, Kelurahan Kauman Parakan ini terdiri dari 16 RW. Dari 16 RW ini kasus covid-19 menyebar di 9 RW dan yang paling banyak di RW 13 yakni di lingkungan Coyudan. Dari klaster kondangan saat ini ada 30 orang yang positif.
Memang diakuinya, diawal ditemukannya kasus covid-19 di Kelurahan Kauman ini memang sempat membuat warga merasa ketakutan. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat, saat ini masyarakat sudah mulai mengerti dan memahami.
"Paling banyak memang dari klaster kondangan itu, warga yang ikut kondangan ya paling banyak di Coyudan. Ketakutan pasti ada, harapan kami perekonomian tetap berjalan protokol kesehatan juga wajib dilakukan. Secara psikologis kami sudah memberikan pengertian kepada warga untuk tetap tenang tapi taat protokol kesehatan," katanya.
Ditegaskan juga mulai saat ini hingga menunggu situasi kondusif masyarakat Kelurahan Kauman diminta untuk tidak menyelenggarakan acara yang bisa menimbulkan kerumunan banyak orang. Baik kegiatan keagamaan, hajatan, pertemuan keluarga dan lain sebagainya.(RAD)

 

PEMKAB TEMANGGUNG PASTIKAN LOKASI KARANTINA COVID-19 SIAP

Pelayanan Kepada Warga Diharapkan Berjalan dengan Baik
TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung saat ini telah menyiapkan kembali lokasi karantina bagi warga terkonfirmasi Covid-19, yakni di Balai Latihan Kerja. Selain itu, akan disiapkan pula Gedung Pemuda, sebagai bagian dari upaya antisipasi jika ada penambahan kasus.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq bersama Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Ketua DPRD Yunianto, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo dan lain-lain, Rabu (30/9/2020), sore pun melakukan pengecekkan lokasi karantina di Balai Latihan Kerja (BLK) Maron di Jalan Gajah Mada. Hal itu untuk mengetahui segala kesiapan yang ada guna memastikan agar selama dikarantina warga terlayani secara maksimal.
"Tempat karantina ini tadi saya lihat bersama pimpinan DPRD, sarana prasarananya sudah siap, kemudian kebersihannya juga sudah bagus. Para personil yang akan mendampingi masyarakat yang dikarantina juga sudah siap semua. Bahan-bahan makanan, obat-obatan sudah siap," katanya Rabu (30/9/2020)
Bupati berharap jika segala sesuatu telah disiapkan dengan baik maka tidak akan ada masalah. Ia sangat berharap agar pelayanan kepada masyarakat yang dikarantina bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, bisa segera negatif, supaya bisa kembali pulang berkumpul bersama keluarganya masing-masing.
Dikatakan, BLK Maron memiliki kapasitas untuk menampung 67 orang. Selain kamar tidur juga terdapat berbagai fasilitas seperti dapur, lalu diminta disediakan televisi dan fasilitas wifi. Warga yang menjalani karantina harus merasakan kenyamanan, ketenangan, agar imun bisa cepat meningkat.
"Selain BLK kita sedang menyiapkan lokasi karantina lain, yakni Gedung Pemuda yang sedang kita rapikan lagi. Kalau-kalau kasusnya menanjak. Jadi seiring dengan peningkatan ini tentu ruang karantina Kabupaten kita siapkan lagi, kemudian rumah sakit kita siagakan lagi agar bisa mengantisipasi hal-hal kalau terjadi ekskalasi kasus," katanya.(RAD)

 

KLASTER KONDANGAN PICU KASUS COVID-19 DI TEMANGGUNG

Warga Diminta Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
TEMANGGUNG, Kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung saat ini mengalami peningkatan kembali, setelah munculnya klaster baru, yakni klaster kondangan. Dari klaster kondangan memunculkan 21 kasus baru.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, klaster baru tersebut bermula dari masyarakat Kampung Coyudan, Kecamatan Parakan, kondangan ke Cirebon Jawa Barat. Sepulang dari hajatan atau walimah pernikahan tersebut, ada satu orang dari bagian rombongan tersebut sakit lalu meninggal dunia.
"Di Kabupaten Temanggung muncul klaster baru, klaster kondangan. Jadi ada masyarakat dari Coyodan, Parakan kondangan ke Cirebon, sepulang dari kondangan ada satu orang sakit, meninggal dunia. Ternyata yang bersangkutan positif sehingga dilakukan swab semua rombongan ini ditemukan ada 18 kasus positif dari Coyudan, tiga lagi dari Situk, total ada 21 yang positif," katanya, Rabu (30/9/2020).
Mengetahui hal ini Satgas Penanganan Corona Virus Kabupaten Temanggung bergerak cepat untuk menangani kasus ini. Dari analisa di lapangan di dapati bahwa Kampung Coyudan ini kondisinya sangat padat penduduk, jarak antar rumah berdekatan, gangnya sangat sempit. Maka jika dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing ini ada potensi menyebar dan menularkan kepada tetangga-tetangganya yang belum terinfeksi virus, sehingga diputuskan untuk dilakukan karantina.
"Yang kedua, juga aspirasi dari masyarakat Coyudan sendiri, mereka merasa khawatir terjadi penularan lokal kalau warga yang positif ini diisolasi mandiri di kampung. Mereka sendiri meminta agar dilakukan karantina oleh pemerintah kabupaten," katanya.
Lokasi karantina yang disiapkan untuk karantina adalah BLK Maron di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung. Segala persiapan telah dilakukan untuk mengkarantina warga. Bahkan sejak semalam Camat Parakan dan juga Lurah Kauman sudah melakukan sosialiasi kepada warga setempat baik warga yang akan dikarantina maupun warga setempat yang tidak dikarantina.
"Sore ini akan kita lakukan penjemputan, semoga semuanya berjalan lancar. Setelah kita lakukan penjemputan, Desa Coyudan ini kemudian akan kita lakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan juga ke gang-gang yang ada di desa tersebut," katanya.
Harapannya, dengan dipisahkan mereka yang positif dari kampung padat penduduk ini, tidak terjadi penularan transmisi lokal. Masyarakat tetap dapat selamat dan yang dikarantina juga kondisinya terus membaik, bisa segera menjadi negatif dan sehat kembali.
"Himbauan kepada masyarakat, taati protokol Covid-19, karena ternyata Covid ini belum hilang. Bahkan, akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus di Kabupaten Temanggung, jumlah yang meninggal meningkat, jumlah yang terinfeksi juga meningkat. Jadi kalau masyarakat semuanya disiplin protokol Covid maka kita harapkan kasus ini segera hilang dari Temanggung," katanya.(RAD)

60 WARGA TEMANGGUNG SEMBUH DARI CORONA

"Karantina Agar Tidak Menulari Orang Lain"
Temanggung-GTPP, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penagangan Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijianto mengatakan, saat ini ada 60 orang pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh. Mereka sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan karantina di Gedung Pemuda, serta BLK Maron.
"Dari hasil evaluasi jumlah pasien Covid-19 yang sembuh terus bertambah. Kemarin yang sembuh tambah 10 orang, malam tadi 60 orang. Jadi pasien Covid-19 yang belum sembuh tinggal 87 orang, dengan demikian, untuk yang positif kini jumlahnya sudah semakin menurun," katanya Kamis (25/6/2020).
Dikatakan pula dalam 10 hari terakhir ini hasil tracing pasien yang kontak erat dengan penderita Covid-19 diperoleh lebih dari 400 orang yang rapid testnya reaktif. Selanjutnya dilakukan swab test untuk pemeriksaan PCR ternyata hanya ada 1 yang positif lainnya negatif.
Disebutkan, dari sisa 87 orang saat ini masih dikarantina di Gedung Pemuda sebanyaK 5 orang, di BLK Maron 22 orang, di RSUD Temanggung 2 orang, sisanya karantina mandiri di rumah. Rinciannya yang sembuh dari rumah sakit ada 6 orang, dari karantina 64 orang. Kesembuhan setiap orang berbeda-beda ada yang 2 bulan ada yang sampai 2,5 bulan dinyatakan belum sembuh oleh dokter, sebab tergantung juga dari imun masing-masing.
"Alhamdulillah dari yang karantina baik di BLK, Gedung Pemuda maupun rumah sakit banyak yang sembuh. Dari hasil ini tentunya sangat menggembirakan, di tempat kita ini banyak yang OTG atau orang tanpa gejala, jadi juga tergantung imunitas masing-masing," katanya.
Meski demikian, Gotri meminta kepada semua pihak untuk tidak tergesa-gesa masuk ke kehidupan new normal. Apalagi Kabupaten Temanggung saat ini masih masih menjalankan PKM atau pembatasan kegiatan masyarakat sampai tanggal 3 Juli 2020. Disamping menunggu hingga berakhirnya PKM juga akan dilihat trend 10 hari ke depan.
"Jangan buru-buru new normal, dan kami percaya ketaatan, kedisiplinan masyarakat di Kabupaten Temanggung ini akan mempercepat penanganan Covid-19 di Temanggung. Dengan begitu kita bisa menyambut musim panen tembakau di bulan Juli, Agustus, September dengan tidak takut dihantui virus Covid-19," katanya.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung yang juga anggota Divisi Pencegahan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung Khabib Mualim, menuturkan, memang selama ini belum semua masyarakat paham mengapa harus dikarantina, sebab sekilas tampak sehat, tapi hasil uji lab dinyatakan positif atau disebut orang tanpa gejala (OTG).
OTG ini harus menjalani karantina dengan harapan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya dan untuk dilakukan asesmen apabila ternyata memiliki penyakit penyerta. Jika ternyata memiliki penyakit penyerta maka harus menjalani isolasi di rumah sakit.
"Diisolasi itu agar tidak menulari orang lain, dalam hal ini pemerintah menyelamatkan orang banyak dan si pasien. Mereka lalu diasesmen punya komorbid (penyakit penyerta) atau tidak, meski merasa sehat tapi bisa juga ternyata memiliki penyakit jantung dan yang lebih tahu dokter dengan alat penunjangnya. Kepada mereka pun sudah kami jelaskan maksud dan tujuan di karantina," katanya.
Dikatakan Khabib, dari puluhan orang yang menjalani karantina baik di Gedung Pemuda maupun BLK Maron setelah menjalani assesment di RSUD Temanggung ternyata ada 5 orang diketahui memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi. Maka mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan yang tidak memiliki penyakit penyerta namun hasil swab positif meski tanpa gejala tetap menjalani karantina. Karantina bukanlah pengucilan tapi membatasi kontak agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.
"Rapid test massal itu perintah Presiden jadi kita di daerah tinggal melaksanakan saja. Lalu ada pertanyaan dari masyarakat kenapa yang hasil swab positif itu cuma di WA lalu di karantina tidak pakai surat resmi itu ada alasannya. Pertama ini masa darurat sehingga langkah tercepat adalah menyelamatkan warga yang hasil lab positif, kemudian surat resmi kita buat menyusul yang penting menyelamatkan orangnya dulu, jadi surat itu tetap ada" terangnya.(rad-g-juni)

 

Tentang COVID-19

Corona Virus Disease

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah CCOVID-19 Menular?

YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Apa Penyebab COVID-19?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Bagaimana Gejala COVID-19?

Orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala dapat berkembang menjadi pneumonia berat.

Bagaimana Cara Mencegah?

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap berada di rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.

Lakukan langkah berikut!

- Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung). Jangan meludah sembarangan.
- Bersihkan benda yang sering disentuh.
- Gunakan masker jika Anda sakit dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat
- Cuci tangan dengan sabun
- Konsumsi makanan bergizi dan olahraga
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Rumah Sakit Rujukan

RSUD Temanggung

RSUD Temanggung
Jalan Gajah Mada No. 1A, Sendang, Walitelon Sel., Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56219 Telp. (0293) 491119

Proses Mencuci Tangan

Siapkan air dan sabun

Cuci telapak tangan

Cuci sela-sela jari

Cuci ibu jari

Cuci punggung tangan

CUci pergelangan tangan

Video Terkait COVID-19


Jangan Mudik ATAU Putar Balik

Jangan Mudik ATAU Putar Balik

Penyemprotan Disinfektan Pasar Ngadirejo (18 Juni

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang 14 Har

Gubernur Cek Kesiapan Penutupan Pasar di Temanggun

Bupati Sidak Pasar Modern dan Mini Market (14 Juni

Pasar Ditutup Sementara Untuk Disemprot Disinfekta

Sidak Pasar, Bupati Pastikan Penerapan Protokoler