Berita COVID-19

Berita Terkait COVID-19

TEMANGGUNG GENCARKAN RAPID TEST MASSAL

Temanggung-GTPP, Pemkab Temanggung melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus menggelar rapid test secara massal di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Hal ini guna mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona. Di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung rapid tes digelar di pasar selatan dan utara pada, Kamis (28/5/2020).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo mengatakan, rapid test dilaksanakan oleh petugas puskesmas secara masif dan agresif. Artinya, bukan hanya dari hasil tracking tetapi juga secara random dilakukan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang berisiko. Langkah ini dilakukan untuk jangka panjang agar tidak terjadi ledakan jumlah kasus, apalagi menyambut new normal.
"Pelaksanaan rapid tes dilaksanakan secara massif dan agresif. Mereka yang berisiko antara lain karena banyak berjejalan atau berdesak-desakan seperti di pasar, di toko-toko modern yang jumlah pengunjungnya banyak. Kita lakukan rapid test juga pada pelaku perjalanan. Kita lakukan secara masif tujuannya adalah untuk menemukan sebanyak-banyaknya kalau bisa semua pasien positif COVID-19 biar tidak berpotensi menularkan kepada yang lain,"katanya.
Pemkab Temanggung telah melakukan pengadaan alat rapid test sebanyak 10.200 unit, sekitar 6.000-an unit sudah didistribusikan ke puskesmas maupun rumah sakit, dari 6.000-an yang sudah didistribusikan belum semua digunakan. Hasil dari swab sendiri jika menunjukkan reaktif maka akan dilanjutkan dengan pengambilan swab test untuk pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kepala Puskesmas Temanggung Muhammad Nur Rois, mengatakan, memiliki kuota rapid test sebanyak 260. Pada hari pertama Rabu (27/5/2020), sudah dilakukan rapid test untuk 50 orang dan hari kedua, di Pasar Kliwon Utara pada Kamis (28/5/2020) ada kuota sebanyak 210 orang untuk pedagang dan pengunjung. Selain pasar sasaran berikutnya bisa meluas seperti di apotik-apotik yang ramai.
"Tadi di Surya dan Mahkota ada 30-an kita lakukan rapid test terus dilanjutkan di Pasar Kliwon. Kalau kemarin yang kita periksa dari 50 orang alhamdulillah non reaktif semua, dan hari ini di Pasar Kliwon Utara kita targetkan 210 orang. Lalu yang sebelah selatan dilakukan oleh Puskesmas Dharmorini kuotanya 240, jadi total satu kecamatan itu 500 sampling,"katanya.
Dari informasi yang dihimpun hasil rapid di Pasar Kliwon Rejo Utara hasilnya non reaktif atau negatif. Sementara di Pasar Kliwon Baru sebelah selatan yang diperiksa atau menjalani rapid test ada 89 orang dengan hasil 10 orang reaktif.
Eko Kusputranto (40), seorang salesman yang kerap berkunjung di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menuturkan, menyambut baik dengan adanya rapid test massal yang dilakukan oleh pemerintah. Diapun dengan senang hati mengikuti rapid test meski harapannya tetap negatif atau tidak ada gejala corona. Namun dengan rapid test jika diketahui reaktif supaya bisa segera ditangani.
"Saya ikut rapid test atas kesadaran sendiri, dan baru kali ini. Saya tidak takut tapi justru kepingin rapid tets supaya kalau ada gejala-gejala bisa diketahui lebih awal untuk antisipasi. Apalagi saya ini salesman yang kerap berkunjung ke pasar ini," katanya.(rad-g-mei)

 

PULUHAN KARYAWAN DAN PENGUNJUNG SWALAYAN MAHKOTA KRANGGAN IKUTI RAPID TEST

Temanggung-GTPP, Puskesmas Kranggan menurunkan sepuluh personil tenaga kesehatan termasuk kepala Puskesmas sendiri untuk melayani rapid test massal yang diadakan di dua swalayan wilayah Kranggan yaitu swalayan Pondok Berkat dan Mahkota pada Rabu (27/5).
Rapid test dilakukan di pasar modern ini karena swalayan ditengarai sebagai salah satu tempat di mana sangat mudah terjadi penularan virus.
Kepala Puskesmas Kranggan, drg. Sari Savitri DK mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu instruksi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung yang kemudian ditindaklanjuti oleh Puskesmas bekerjasama dengan Gugus Tugas tingkat Kecamatan.
Di dua tempat ini Puskesmas melakukan rapid test kepada seratus orang, baik itu karyawan swalayan, pengunjung dan warga sekitar. "Di swalayan Mahkota sendiri kami mengecek sekitar 76 orang. Dan antusiasme mereka sangat bagus, tidak ada yang menolak karena mungkin mereka juga ingin tahu dengan kondisi kesehatannya," lanjut Savitri.
Rapid test ini diselenggarakan gratis. Namun, karena terbatasnya alat maka tidak bisa menjangkau untuk semua warga. Masyarakat hanya mendaftar dengan membawa KTP dan diminta data diri termasuk alamat serta nomor HP.
Hasil tes yang keluar akan diberikan kepada peserta tes secara personal melalui pesan WA atau SMS.
Revi, salah satu karyawan Mahkota mengatakan awalnya takut saat akan diambil darahnya. Tapi dia merasa perlu karena untuk mengetahui kondisi kesehatan dirinya sendiri.
Sebagai ketua pelaksanaan kegiatan ini, drg. Savitri berharap bahwa hasilnya nanti semua non reaktif.
"Namun bila nanti ada yang reaktif makan akan kami lakukan tes swab dan lakukan isolasi. Jika ada yang hasilnya samar, maka akan dilakukan rapid test ulang," jelasnya.
Selanjutnya, baik bagi yang ikut rapid test maupun tidak, beliau berpesan untuk tetap selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Selalu menjaga kesehatan sesuai protokol, yaitu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, hindari stres, olahraga dan istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi.
Di Kecamatan Kranggan, rapid test ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu Rabu-Kamis (27-28/5)
Pada Kamis besok akan dilaksanakan rapid test di Pasar Agro Kranggan pada pukul 05.00 dan Pasar Pon Kranggan (bawah) pada pukul 09.00.(g-mei)

 

AKSES MASUK KELURAHAN SIDOREJO DITUTUP SAMPAI 28 MEI

~ Tak Ada Silaturrahmi Warga
Temanggung-GTPP, Untuk memutus penyebaran virus Covid-19, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung, sepakat untuk menutup gerbang atau gapura kampung selama lebaran. Penutupan gapura dilakukan sejak Sabtu (23/5/2020) malam. Langkah itu ditempuh agar tidak ada warga keluar masuk kampung, sebab di wilayah ini warga dilarang untuk saling berkunjung dari rumah ke rumah selama lebaran.
Untuk menjaga keamanan, setiap pintu yang ditutup dijaga ketat oleh warga yang diperkuat oleh Linmas dan Banser. Mereka juga berpatroli di jalan-jalan kampung guna memastikan tidak ada warga yang melakukan tradisi ujung.
"Semua gapuro di setiap RW ditutup sampai tanggal 28 Mei 2020, warga tidak boleh ujung, tidak boleh menerima tamu juga tidak boleh keluar daerah. Ini semua demi keamanan supaya pandemi corona segera berlalu,"kata Herani seorang anggota Banser yang menjaga portal pintu kampung, Minggu (24/5/2020).
Sarno warga lainnya menuturkan kesepakatan itu telah dituangkan dalam surat resmi yang ditandangani setiap ketua RT, RW dan diketahui oleh pihak Kelurahan Sidorejo. Surat juga dibubuhi stempel resmi yang kemudian di foto kopi dan telah disebar kepada setiap kepala keluarga sebelum lebaran.
Hartoyo warga Lingkungan Kayogan menuturkan, penutupan itu sebagai upaya antisipasi sebab penyebaran Covid-19 di Temanggung semakin banyak dan telah ada transmisi lokal. Penjagaan portal dilakukan selama 24 jam non stop.
"Ditutup selama satu minggu, untuk keamanan agar tidak ada silaturahim atau saling kunjung mengunjung dari rumah ke rumah warga. Dengan ditutupnya akses jalan juga untuk memastikan orang luar masuk ke kampung," katanya.(ari-g)

 

DESA PETARANGAN TUTUP TOTAL 7 HARI

Temanggung-GTPP, Salah satu desa yang menerapkan pembatasan kegiatan masyarat selama lebaran adalah Desa Petarangan, Kledung, yang berada di lereng barat Gunung Sumbing. Penutupan portal terlihat di setiap pintu masuk desa dengan penjagaan posko oleh petugas gabungan dari karang taruna, anggota Linmas serta Banser.
Desa lain ada yang melakukan penutupan akses masuk hanya 3 hari, tapi di Petarangan melakukan penutupan total selama 7 hari. Petugas pos akan mengambil tindakan tegas bahwa pengunjung selain warga tidak diperkenankan masuk. Demikian juga warga Petarangan tidak diperkenankan keluar desa selama 7 hari.
“Penutupan ini kita berlakukan secara mutlak agar tidak ada kunjungan lebaran dan tidak boleh siapapun masuk. Sedangkan warga yang boleh keluar hanya untuk bekerja, memenuhi kebutuhan logistik maupun kondisi darurat seperti kesehatan saja,” ungkap Deni Afifudin, Ketua Karangtaruna, Minggu (24/5).
Penutupan pintu masuk Desa Petarangan dimulai Sabtu 23 Mei 2020 pada pukul 18.00 dan akan dibuka lagi tanggal 30 Mei 2020. Deni menegaskan bahwa penutupan pintu masuk ini dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 di Desa Petarangan.
"Sebelum diberlakukan penutupan telah dilakukan musyawarah untuk menindak lanjuti anjuran pemerintah berdasarkan surat edaran bupati tentang pembatasan kegiatan lebaran yaitu tradisi kunjungan silaturahmi," tambah Deni.
Sedangkan untuk shalat ied berjamaah diambil keputusan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Warga yang diperboleh mengikuti hanya laki-laki dewasa dan akil baligh sedangkan kaum perempuan diminta melakukan shalat ied di rumah.
Selain membatasi kegiatan masyarakat, Desa Petarangan juga menerapkan aturan bahwa kendaraan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari di luar desa tidak boleh masuk kembali ke desa. Posko telah menyiapkan tempat penitipan dengan penjagaan 24 jam. Bagi warga yang bekerja di luar desa bisa diantar jemput oleh keluarga sampai pintu masuk desa atau menggunakan jasa antar-jemput yang disediakan oleh posko.
Tuswadi (38) selaku Kepala Dusun Petarangan mengungkapkan setelah ada surat edaran bupati langsung mengambil tindakan dengan berkoodinasi dengan tim gugus desa, dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar mengikuti aturan dari pemerintah kabupaten.
“Sudah kami rembug bersama tokoh masyarakat dan semua setuju dengan pembatasan kegiatan lebaran. Namun shalat Ied berjamaah tetap dilaksanakan tapi dibatasi hanya untuk laki-laki dewasa dan yang sudah akil baligh. Itupun dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu tetap memakai masker, cuci tangan sebelum dan sesudah dari masjid, dan menjaga jarak antar jamaah," kata Tuswadi.
Diharapkan dengan adanya penutupan total ini virus covid-19 tidak menyebar dan menular ke Desa Petarangan. Prinsipnya ketegasan yang diterapkan hanya bertujuan untuk melindungi warga dari penularan virus corona.(sul-g)

 

KETUA PD MUHAMMADIYAH: "LEBARAN DI TENGAH PANDEMI AMBIL HIKMAH BERSAMA KELUARGA"

Temanggung-GTPP, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Temanggung, KH Asyari Muhadi, menyerukan kepada seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemkab Temanggung terkait penanganan Covid-19. Terlebih setelah adanya Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 360/241/2020 tentang pengaturan shalat id berjamaah dan tradisi silaturahim Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 di masa pandemi Covid-19.
"Kami minta warga Muhammadiyah untuk mendukung pemerintah dalam hal penanganan Covid-19, termasuk dalam menghadapi Idul Fitri. Kami minta untuk mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan untuk melaksanakan perenggangan sosial, seperti tidak menggelar shalat id berjamaah dan bisa digantikan di rumah masing-masing. Lalu tidak bersilaturahmi ke rumah-rumah pada masa pandemi ini,"katanya Sabtu (23/5/2020) malam.
Menurutnya, silaturahim dimasa pandemi ini bisa digantikan dengan menggunakan ponsel pintar bisa memanfaatkan media sosial, baik itu telpon, SMS, WA, video call dan lain sebagainya. Sehingga silaturakmi tetap bisa dilakukan dengan tetap tinggal di rumah masing-masing. Dia juga meminta untuk meniadakan acara halal bil halal karena sifatnya mengumpulkan orang banyak.
"Momentum lebaran pada masa pandemi ini kita sebaiknya di rumah masing-masing dan manfaatkanlah secara maksimal untuk membersamai keluarga. Ambil hikmahnya, ini momen paling tepat untuk berkumpul dengan keluarga masing-masing secara intens, sehingga bisa membangun keakraban keluarga dengan sebaik-baiknya,"katanya.
Muhammadiyah sendiri selama ini telah mendukung pemerintah dalam hal penanganan atau pencegahan Covid-19 melalui berbagai elemennya. Seperti dari pelajar SMK Muhammadiyah melalui jurusan tata busana yang membuat masker lalu dibagikan untuk masyarakat. Selain itu dari Pemuda Muhammadiyah dan Kokam selama ini telah turut berpartisipasi aktif di lapangan mulai sosialisasi penggunaan masker hingga penegakkan aturan bersama seluruh elemen.
"Selain itu, dari pihak PKU Muhammadiyah Temanggung juga telah ikut aktif dalam membantu pemerintah dalam hal penanganan Covid-19. Kita sudah menyiapkan tim medis guna menangani Covid-19. Mari kita bersama-sama menanggulangi pandemi ini agar cepat berlalu sehingga keadaan bisa kembali normal," katanya.(rad-g)

 

KETUA PCNU: "LARANGAN SILATURRAHMI LEBARAN DAN SHALAT IED BERJAMAAH DEMI KEBAIKAN UMAT"

Temanggung-GTPP, Ketua PCNU Temanggung, KH. Muhamad Furqon, mengajak kepada masyarakat mematuhi aturan pemerintah, Surat Edaran Bupati No. 360/241/2020 yang berisi pembatasan kegiatan lebaran, antara lain tidak melaksanakan Shalat Ied berjamaah di masjid dan tidak melaksanakan ujung-ujungan silaturahmi dan sungkeman.
"Aturan pemerintah yang diterapkan itu sudah mengacu kepada kebaikan umat itu sendiri. Maka menghadapi hari raya yang ada di tengah-tengah pandemi seperti ini, menghindari madharat lebih didahulukan daripada mengambil manfaat," tegas kiai yang akrab dipanggil Gus Furqon saat ditemui di kediamannya, Lingkungan Prapak, Sabtu sore (23/5).
Beliau mengibaratkan bahwa kita sudah tirakat selama lebih dari dua bulan sejak darurat covid-19 diumumkan dan akan sayang sekali jika dibatalkan sebelum pada saatnya, yaitu ketika pandemi selesai. Bila tradisi sungkeman dan saling berkunjung tetap dilaksanakan maka akan terjadi kontak antar manusia secara masif di mana-mana dan itu artinya kita membuka celah yang lebar bagi penularan virus. Padahal kita sedang berusaha keras memutus rantai penularan.
Sikap tegas Gus Furqon terhadap bahaya penularan virus corona tampak jelas dari pengumuman tidak Shalat Ied berjamaah yang terpampang di depan Masjid Assa'adah di kompleks Pondok Pesantren Al Hidayah Prapak.
"Tutukna rekasamu, sampai nanti akhir pandemi dan dicabutnya darurat covid-19," pungkas Gus Furqon.(din-g)

 

BEBERAPA MASJID BESAR YANG TIDAK MENGADAKAN SHALAT IED BERJAMAAH

Temanggung-GTPP, Kebanyakan masjid besar di Kabupaten Temanggung hampir dipastikan tidak melaksanakan Shalat Ied berjamaah pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Beberapa diantaranya yang telah kami cek langsung pada hari Sabtu (23/5) adalah Masjid Desa Nguwet di Jalan Raya Kranggan-Pringsurat, Masjid Al Hikmah Kebonsari di Jalan Raya Bulu-Temanggung, Masjid Al Munawar Bulu di abelah kantor Kecamatan Bulu, Masjid Al Barokah di Kauman Parakan, dan Masjid Jami Wali Limbung di Kauman Medari, Ngadirejo.
Masjid-masjid tersebut telah mempersiapkan antisipasi untuk tidak mengadakan Sholat Ied diantaranya dengan menyiarkan pengumuman melalui pengeras suara agar warga melaksanakan sholat di rumah masing-masing bersama keluarga sendiri. Ada juga yang dipasangi terpal dan penutup seng maupun banner pengumuman. Hal tersebut dilakukan sebagai kepatuhan terhadap keputusan Pemerintah Kabupaten meniadakan Shalat Ied berjamaah, sebagai upaya melindungi masyarakat dan memutus rantai penyebaran covid-19 di masa puncak pandemi dengan meminimalisir kegiatan yang dikuti oleh banyak orang.
Para takmir masjid, pemuda masjid dan seluruh umat pastinya merasakan suasana yg berbeda pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini karena ada pembatasan kegiatan masyarakat termasuk ibadah berjamaah. Namun demikian dengan kesadaran bisa diambil hikmah dari keadaan sulit yang sedang dialami oleh semua orang ini, kita bersyukur dan sabar masih mendapat kesempatan dan bekal iman menjalankan ibadah di tengah pandemi yang mengancam semua orang. Dengan senantiasa berdoa kita berharap keadaan ini segera berlalu dan bisa seperti sediakala beribadah meramaikan masjid. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon Maaf Lahir Batin.(kuh-g)

 

KAPOLRES: "LARANGAN KEGIATAN LEBARAN KETETAPAN PEMERINTAH DAN ULAMA, KEPOLISIAN MENGAWAL"

Masyarakat Harus Sadar Ancaman Corona Tidak Terlihat
Temanggung-GTPP, Kapolres Temanggung Muhammad Ali mengatakan, saat ini pandemi Covid-19, di Kabupaten Temanggung masih mengkhawatirkan, oleh karena itu dia mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan bahaya corona. Maka peraturan dari Pemkab Temanggung yang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 360/241/2020 tertanggal 19 Mei 2020 tentang pengaturan Shalat ied berjamaah dan tradisi silaturahim Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 di masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Temanggung, harus ditaati.
"Kami harapkan shalat id nanti dilaksanakan di rumah masing-masing, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tidak digelar secara berjamaah. Kita bukan melarang shalat id-nya tapi meminta agar tidak berkumpulnya massa, itu sudah merupakan ketetapan dari pemerintah maupun para ulama. Masyarakat harus sadar bahwa ancaman ini tidak terlihat dan siapapun bisa menyebarkan virus ini, sehingga perlu kehati-hatian kita dalam melakukan kegiatan," katanya kemarin.
Kapolres juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan kunjungan silaturahmi atau berujung. Menurut dia, tradisi ujung tetap bisa dijalankan tapi dengan cara memanfaatkan teknologi yang sudah canggih. Yakni, memanfaatkan cara berkomunikasi dengan menggunakan ponsel pintar bisa melalui sosial media yang kita punya, bisa SMS, bisa WA, video call dan lain-lain.
Dikatakan, silaturahim menggunakan media sosial apalagi dalam masa pandemi ini tidaklah menjadi masalah dan tidak akan mengurangi maknanya. Ke depan jika keadaan sudah normal tentunya semua pihak bisa menjalankan aktivitas seperti sediakala. Memang dirasa berat merayakan Idul Fitri tahun 2020 ini, sebab berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya tapi apa boleh buat keadaan memang mendesak.
Akan tetapi kesabaran dan kesadaran masyarakat akan menjadi salah satu kunci utama berhentinya wabah corona. Jika semua patuh tentu mata rantai persebaran virus ini bisa diputus. Sebaliknya apabila warga masih banyak yang ngeyel mengabaikannya bisa jadi masa Lebaran menjadi puncak penyebaran corona dan tentunya jumlah orang terjangkit bisa meningkat tajam dan efek burunya pandemi akan berkepanjangan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak takbir keliling tapi di rumah masing-masing di masjid tapi dengan catatan tidak boleh mengumpulkan massa tetap jaga jarak. Untuk keperluan ini, maka Kepolisian Resort Temanggung akan menerjunkan anggotanya dari jajaran Polsek hingga tingkat desa.(rad-g)

 

MASJID AGUNG DARUSSALAM TEMANGGUNG TIDAK SELENGGARAKAN SHALAT IDUL FITRI

Temanggung-GTPP, Pada Lebaran tahun 2020 ini, takmir Masjid Agung Darussalam Temanggung, tidak menyelenggarakan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah. Hal ini ditempuh sebagai upaya mencegah penularan virus Covid-19, yang tengah menjadi pandemi. Pengurus masjid peninggalan Bupati pertama Temanggung, Raden Tumenggung Ariyo Djojonegoro ini bahkan sejak awal ada pandemi telah melakukan gerak cepat menerapkan protokol kesehatan.
Ketua Pengurus Masjid Agung Darussalam Temanggung, SFK Kuntjoro mengatakan, sejak adanya pandemi Covid-19, pihak takmir masjid memang mengikuti segala aturan dari pemerintah. Bahkan, tidak hanya shalat id, tapi setelah ada wabah corona, praktis tidak menggelar ibadah berjamaah baik itu shalat Jumat, shalat tarawih, maupun shalat lima waktu.
"Masjid Agung Darussalam Temanggung tidak menyelenggarakan shalat id. Dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19, kita tunduk pada aturan yang ada untuk saling menjaga, dengan memutuskan untuk mematuhi aturan pemerintah dan sementara meniadakan kegiatan di masjid. Penutupan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan menunggu dari pemerintah," katanya Sabtu (23/5/2020).
Masjid bersejarah kebanggaan warga Temanggung yang letaknya berada di sebelah barat Alun-alun Temanggung ini mampu menampung kurang lebih 2.000 jamaah. Dari rentetan sejarahnya masjid yang berusia lebih dari 185 tahun ini, dahulu tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah semata, tapi pada jaman penjajahan juga kerap dijadikan tempat koordinasi para pejuang RI.
Karena letaknya strategis berada persis di jalan utama perlintasan menuju dan dari kota-kota besar di Jawa Tengah maka jamaahnya pun tidak hanya warga Temanggung saja. Akan tetapi warga luar daerah yang kebetulan melintas juga sudah biasa menjalankan shalat di sini. Maka atas pertimbangan itu pula untuk sementara ditutup total.
"Jadi menyikapi kondisi, situasi saat ini kita memang harus bersabar. Semoga pandemi corona ini cepat berlalu agar masyarakat bisa kembali berjamaah di masjid," katanya.(rad-g)

KADES KEMLOKO: "TIDAK ADA TAWAR MENAWAR SHALAT IED DI RUMAH DAN LARANGAN KUNJUNGAN LEBARAN"

Temanggung-GTPP, Menanggapi Surat Edaran Bupati Temanggung mengenai Penegakan Disiplin dan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Desa pada sosialisasi Kamis (21/5) kemarin, Kepala Desa Kemloko, Kranggan, Yamsudi secara tegas memerintahkan kepada seluruh dusun di wilayahnya untuk melaksanakan edaran tersebut secara disiplin.
“Saya melanjutkan surat edaran Bupati kepada para kepala dusun dan dibantu oleh Babinsa, para tokoh masyarakat, tokoh agama serta pemuda. Tidak ada tawar-menawar mengenai pelaksanaan shalat ied di rumah, kemudian semua akses masuk tiap dusun juga diportal dan dibantu perangkat melaksanakan jogo tonggo,” ujarnya tegas.
Yamsudi menyampaikan bahwa sosialisasi kepada warga memang harus tegas namun lentur menyesuaikan kondisi masyarakat. Tak lupa para ketua takmir masjid juga diminta perannya untuk memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya tentang pelaksanaan ibadah wajib maupun sunah, termasuk shalat idul fitri.
Untuk mengantisipasi masuknya orang dari luar dusun, warga berinisiatif membuat portal di tiap pintu masuk dusun, meski sederhana dari bambu. Desa juga membuat banner sendiri tentang protokol kedatangan warga dari luar kota yang dipasang di depan dusun.
Kepala desa beserta perangkat dan Babinsa selalu siaga 24 jam tiap harinya di posko desa, dan dibantu warga dusun melakukan patrol keliling berkala, termasuk memantau warga yang sedang melakukan karantina mandiri.
“Termasuk besok hari H lebaran kami juga tetap akan keliling melakukan pengawasan ke dusun-dusun berkenaan dengan kegiatan Idul Fitri sesuai surat edaran Bupati,” ujar Yamsudi.(din-g-mei)

 

DPRD Temanggung Dukung Larangan Kunjungan Lebaran dan Shalat Ied Berjamaah


KETUA DPRD: "SEKARANG MEMASUKI PUNCAK PANDEMI, SEMUA KOMPONEN HARUS BERSATU MELAWAN COVID-19"
Temanggung-GTPP, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Yunianto, mengatakan, sangat mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 360/241/2020 tertanggal 19 Mei 2020 tentang pengaturan Shalat ied berjamaah dan tradisi silaturahim Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 di masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Temanggung.
Dikatakan, di tengah-tengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung ini Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan instruksi terhadap larangan kumpul-kumpul termasuk larangan shalat ied, larangan silaturahmi lebaran, takbir keliling. Ketika itu sudah menjadi instruksi ada Surat Edaran, maka DPRD sebagai lembaga pemerintahan daerah juga bersama-sama dengan seluruh komponen terkait mengajak untuk sama-sama menghormati.
Menurut dia, dari penyampaian para pakar jika disiplin menerapkan protokol kesehatan maka pandemi bisa memasuki masa akhir. Namun tidak semudah itu, sebab syaratnya adalah kita harus betul-betul menerapkan social distancing dan phsycal distancing. Dia yakin tahun depan masih bisa mengikuti lebaran lagi, tahun depan bisa shalat ied bersama lagi, bisa takbir keliling bersama lagi.
"Kami yakin Allah SWT di dalam memberikan ujian berupa pandemi Covid-19, termasuk di Kabupaten Temanggung ini telah memiliki rencana terbaiknya, sebab Allah maha tahu, maha pemurah. Sehingga mari dengan tidak mengurangi rasa khidmat dalam beribadah kita shalat ied di rumah, merayakan Idul Fitri dengan tidak digelar acara silaturahmi beramai-ramai dan kita tidak melaksanakan kegiatan yang sifatnya kumpul-kumpul. Ini merupakan suatu langkah yang harus kita lakukan supaya rantai penularan corona ini terputus, pandemi berakhir, sehingga kita bisa hidup seperti sediakala bahkan jauh lebih baik,"katanya kemarin.
Dikatakan, penyelesaian berbagai persoalan terkait pandemi corona ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama di mana setiap orang bisa menjalankan perannya masing-masing. Kesinambungan antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan dengan saling mengerti, saling mendukung, dan melaksanakan protokol kesehatan maupun segala aturan yang dibuat untuk memutus mata rantai penyebaran corona.
Yunianto mengimbau kepada seluruh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 baik yang ada di Kabupaten, Kecamatan, maupun di tingkat desa, bahwa langkah yang harus dilakukan adalah menyampaikan sosialisasi sampai bawah. Harus dipolakan agar masyarakat itu sampai betul-betul disiplin, ibarat sekarang ini di masa puncak pandemi di masa kegiatan Idul Fitri.
"Bisa jadi di bulan Mei, Juni, Juli, adalah masa puncak pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung maka dari itu mari kita bersama-sama betul-betul melaksanakan pergerakan sampai bawah. Mereka yang belum paham dipahamkan, lakukan terus pemantauan baik itu ODP, PDP, yang di rapid test, semua harus kita antisipasi termasuk pemudik, dan kesiapan karantina mandiri. Mari semua komponen harus bersatu untuk melawan Covid-19 di Kabupaten Temanggung," katanya.(rad-g-mei)

 

WAKIL KETUA DPRD: "LARANGAN KEGIATAN LEBARAN BUKAN SEKEDAR HIMBAUAN TAPI TELAH MENJADI KEBIJAKAN DAE

"Jika Tidak Dicegah Penularannya Maka Temanggung Dalam Bahaya"
Temanggung-GTPP, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Tunggul Purnomo, sepakat dengan langkah Pemkab Temanggung yang mengeluarkan kebijakan terkait dengan larangan untuk tidak melakukan takbir keliling, shalat ied berjamaah, dan menjalankan tradisi silaturahmi (ujung-ujungan), selama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah/Tahun 2020. Karena bertujuan untuk mengurangi atau memutus penyebaran virus Covid-19 atau corona.
Menurut dia, memang dalam menghadapi lebaran kali ini agak spesifik karena di satu sisi masyarakat ingin merayakan hari kemenangan seperti yang sudah-sudah, tapi karena kondisi saat ini sedang prihatin lantaran pandemi Covid-19, maka pemerintah mengambil sikap cukup bijak. Yakni, masyarakat diminta untuk tidak melakukan silaturahmi pada suasana lebaran, kemudian diharapkan pula tidak ada shalat ied berjamaah dan tidak menggelar takbir keliling.
"Langkah yang diambil pemerintan cukup bagus tujuannya yakni dalam rangka untuk mengurangi penyebaran virus corona. Siapa tahu dalam rangka menjalankan shalat ied atau silaturahmi ternyata ada satu dua tetangga kita yang baru saja pulang mudik atau dari luar daerah. Kalau suasana tidak diatur bisa saja kita terbentur dengan kondisi yang tidak mengenakkan, mosok tetangga sendiri ujung mau ditolak, maka kebijakan yang diambil pemerintah menurut saya cukup bijak," ujarnya kemarin.
Tunggul menegaskan, bahwa sesungguhnya pemerintah itu bukan melarang tapi menyadarkan kita bagaimana sesungguhnya bahaya Covid-19 ini sangat serius. Apalagi di Temanggung ini saat ini boleh dikatakan sudah zona merah. Kalau dihitung yang mudik, ditambah rapid test massal kemarin yang sudah reaktif ada banyak orang maka ada potensi penambahan kalau tidak kita stop, tidak kita cegah penambahanannya maka Temanggung dalam kondisi bahaya,"katanya.
Saat ini memang langkah terpenting adalah antisipasi penularan virus, di mana diyakini tidak akan ada orang yang mau terpapar. Salah satu jalannya Pemkab Temanggung harus berani mengatakan tidak, harus tegas. Maka dia mendorong Bupati sebagai pemimpin di daerah untuk berani mengambil sikap tegas, juga bukan sekadar imbauan tapi sudah menjadi kebijakan daerah.
"Ini mumpung masih ada waktu maka dengan adanya maklumat atau Surat Edaran (SE), sehingga masyarakat bisa menyesuaikan. Kalau memang masyarakat yang masih sulit (ngeyel) punishmentnya tidak perlu repot-repot tapi nanti kalau sakit biarkan saja, harus tegas jangan kemudian menjadi beban daerah. Kita kemarin sudah menganggarkan Rp 82 miliar, itu saja saya perkirakan ada refocusing anggaran ke dua paling tidak membutuhkan dana sekitar Rp 50 miliar, ini untuk kesehatan, keamanan, kesejahteraan masyarakat, tapi kalau masyarakat yang sulit ndableg-ndableg tidak mau diatur ya sudah kita lepas," katanya.(Rrat-g-mei).

 

JANGAN SEPELEKAN MASKER

Temanggung-GTPP, Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan dengan edukasi dan mewajibkan masyarakat memakai masker yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Temanggung tidak hanya dilaksanakan di pasar-pasar melainkan juga menyinyisir tempat-tempat umum, pertokoan, minimarket, dan swalayan.
Memakai masker merupakan salah satu cara yang mudah dilakukan untuk mencegah penularan virus. Namun sebagian masyarakat kurang peduli dengan cara ini. Padahal masker kain yang disarankan untuk dipakai tidak sulit didapat dan harganya juga murah.
Menurut panduan kesehatan, masker kain bisa berfungsi untuk mencegah penularan penyakit termasuk covid-19. Masker kain memiliki tingkat keberhasilan dalam mencegah penularan covid-19 hingga 70%. Berbeda dengan masker sekali pakai yang digunakan untuk keperluan medis, masker kain tidak boros karena bisa dipakai berulang-ulang tentunya setelah dicuci dengan air sabun sampai bersih.
Oleh karena itu dalam menggelar operasi wajib masker secara besar-besaran, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung telah menyiapkan lebih dari 250 ribu masker dibagikan kepada masyarakat. Penyaluran masker ke desa-desa di seluruh kabupaten telah dilakukan pada hari Rabu dan Kamis (20-21/5) bersamaan dengan kegiatan sosialisaai pembatasan kegiatan masyarakat dan penegakan disiplin protokol kesehatan.
Mari kita selamatkan diri dengan upaya bersama memutus rantai penularan virus dengan mematuhi aturan-aturan pemerintah, yaitu hindari kerumunan, jaga jarak dengan orang lain, diam di rumah, sering mencuci tangan dengan sabun, dan selalu memakai masker.(is-g-mei)

 

KOREM 072/PAMUNGKAS DUKUNG PENEGAKAN DISIPLIN MASYARAKAT

Temanggung-GTPP, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Kolonel Arh Ibnu Bintang Setiawan mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini pihaknya akan selalu mendukung keputusan pemerintah, termasuk pemerintah daerah di setiap wilayahnya. Karena segala keputusan yang diambil tentunya sudah melalui pertimbangan matang, yakni untuk memutus mata rantai persebaran corona.
Hal itu seperti dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung yang telah mengambil beberapa kebijakan, demi untuk memutus mata rantai persebaran corona ini. Antara lain, mewajibkan warganya untuk memakai masker setiap keluar rumah, masuk ke dalam pasar hingga swalayan. Termasuk melarang silaturahim saat Lebaran, dan meminta warganya tidak shalat ied berjamaah dimasjid, hingga dilarang menggelar takbir keliling.
"Ada kebijakan di masing-masing wilayah, jadi kita membantu dan tetap mendukung apa yang diputuskan oleh pemerintah daerahnya masing-masing. Terpenting masyarakat harus menyadari sekarang ini ada bahaya Covid-19, sehingga harus disiplin, kalau tidak perlu keluar rumah, tidak perlu ke pasar ya tidak usah keluar," katanya saat ditemui dalam kegiatan pembagian sembako bagi warga terdampak corona di Koramil 01/Temanggung, Senin (18/5/2020).
Menurut dia, persoalan pandemi ini akan bisa diselesaiakan jika ada kesinambungan antara pemerintah dengan masyarakat di mana semua saling mendukung. Jika ada kebijakan dari pemerintah dengan maksud untuk meminimalisir atau memutus penularan corona, hendaknya ditaati oleh warganya, jangan menyepelekan wabah yang telah memakan banyak korban jiwa ini.
Institusi Korem 072/Pamungkas di bawah Kodam IV/Diponegoro sendiri telah berperan aktif dalam rangka mendukung pemerintah dan membantu masyarakat yang terdampak corona. Antara lain, dengan membagikan 1.000 paket sembako kepada warga terdampak corona di wilayah teritorialnya.
"TNI selalu bersama rakyat, terutama dimasa kesusahan seperti saat ini karena pandemi Covid-19. Kami bersama rakyat, kami membantu rakyat, hingga pandemi Covid-19 hilang dari Indonesia. Kami juga membantu pemerintah dalam berbagai bentuk sosialisasi dan penindakan disiplin terkait protokol kesehatan yang perlu ditaati," katanya.(rad-g-mei)

 

LEBARAN, DESA KETITANG DIBLOKIR TOTAL

Temanggung-GTPP, Kepala Desa Ketitang, Geri Setiawan, telah menandatangani kesepakatan bersama seluruh kepala desa di Kecamatan Jumo untuk melakukan pembatasan aktivitas warga pada saat lebaran. Hal itu disampaikan di depan warga pada saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Balai Desa, Selasa (19/5).
Kesepakatan Bersama tentang Shalat Idul Fitri dan Silaturrahmi Lebaran 1441 H telah ditandatangani oleh 13 kepala desa berisi larangan bagi seluruh warga di Kecamatan Jumo, antara lain:
1. Dilarang takbir keliling
dan shalat ied berjamaah.
2. Dilarang silaturrahmi
lebaran dan halal bihalal.
3. Dilarang melakukan
kunjungan ke desa lain.
4. Dilarang menerima
tamu dari luar desa.
"Semua desa di Kecamatan Jumo akan di tutup total selama tiga hari mulai tanggal 24 sampai dengan 26 Mei dan bisa diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi desa masing-masing," jelas Geri dengan tegas.
Desa Ketitang merupakan salah satu desa di Kabupaten Temanggung yang menerapkan peraturan ketat di tengah wabah covid19. Desa yang terdiri dari lima wilayah dusun ini hanya membuka satu pintu masuk desa dan dipasang portal yang dijaga 24 jam oleh tiga petugas posko. Mereka menerapkan disipilin protokol kesehatan dengan ketat.
Desa Ketitang juga menyiapkan tempat karantina bagi warganya yang pulang kampung. Menurut kepala desa ada 55 orang warga berada di perantauan dan sebagian sudah pulang kampung. Sesuai dengan prosedur mereka telah dilakukan cek medis berlanjut dikarantina mandiri dengan pengawasan RT dan Kadus setempat. Bagi yang masih diluar daerah dihimbau untuk tidak pulang kampung.
"Kami tidak ingin ada warga yang tertular virus corona, maka telah kita bagikan masker kepada warga agar semua memiliki masker. Dengan begitu akan mempermudah pelaksanaan wajib masker agar semua selamat," ujar Geri.
Sebagai antisipasi dampak ekonomi, desa Ketitang juga telah membagikan sembako kepada warga terdampak termasuk warga yang pulang kampung karena kehilangan pekerjaan. Untuk antisipasi dampak keamanan telah diberlakukan ronda rutin tiap malam sampai pagi di semua dusun dan RT adapun kegiatan ronda dijalankan oleh masyarakat dengan bergantian sesuai jadwal.
Antisipasi dampak yang lebih besar, misalnya ada warga yang positif covid-19, juga telah dilakukan. Tentunya hal itu akan berdampak sulit bagi keluarga maupun tetangga. Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah desa antara lain dengan menyisihkan hasil dari bengkok desa dan pemotongan gaji seluruh perangkat desa dengan suka rela untuk membantu masyarakat.(kuh-g-mei)

WAKIL BUPATI: "ORA BALI TETEP FAMILI, ORA SALAMAN TETEP KEKANCAN"

~ Silaturahim Bisa Menggunakan Medsos
Temanggung-GTPP, Wakil Bupati Temanggung Hery Ibnu Wibowo merasa prihatin dengan semakin masifnya penularan virus corona di wilayahnya. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan mentaati aturan yang telah dibuat oleh Pemkab Temanggung untuk melakukan social distancing dan phsycal distancing terutama saat lebaran.
Dia pun berharap kepada warga Temanggung yang masih di perantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu, sebab kondisi di sini saat ini jumlah penderita Covid-19 semakin meningkat. Kedua tidak menggelar shalat ied berjamaah, tidak silaturahim dari rumah ke rumah, dan tidak menggelar takbir keliling. Karena secara kasat mata tidak akan diketahui siapa yang membawa virus.
"Ora bali tetep famili, ora salaman tetep kekancan. Kami berharap kita komunikasikan saja lewat media sosial yang ada. Masyarakat juga agar jangan melakukan tradisi lebaran yang sudah biasa, yaitu silaturahmi ujung-ujung dalam merayakan Hari Idul Fitri 1441 H, cukup di rumah saja, termasuk melakukan shalat Idul Fitri juga cukup di rumah saja," katanya, Sabtu (19/5).
Menurut Bowo, sangat penting melaksanakan hal tersebut terutama setelah ada Surat Edaran (SE) Bupati Nomor:360/241/2020, tentang Pengaturan Shalat Ied Berjamaah dan Tradisi Silaturahim Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Sebab virus corona berukuran mikroskopik sehingga penularannya bisa di mana saja dan kapan saja tanpa di sadari oleh orang per orang.
"Kita tidak tahu sebaran, kita tidak tahu diri kita atau saudara kita tingkat kesehatannya seperti apa. Apakah mereka membawa virus atau tidak kita juga tidak tahu, sebab untuk mengetahuinya harus diuji di lab. Kalau ada yang membawa virus terus berkumpul dia bisa menularkan virus tersebut kepada saudara-saudaranya yang lain yang mungkin kondisinya kurang sehat, pas daya kekebalan tubuhnya kurang,"katanya.
Namun demikian, dia menyadari jika masih ada masyarakatnya yang belum taat dan terkesan abai dengan pandemi corona. Oleh karena itu dia lewat Gugus Tugas hingga meminta Pemerintah Desa untuk merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat agar situasi bisa kondusif. Tujuan pelarangan sementara ini adalah untuk kebaikan bersama agar penularan corona tidak semakin besar.
"Kami sudah berusaha lewat Gugus Tugas hingga tingkat desa dan ada kesepakatan di masing-masing desa, dari Kepala Desa untuk meniadakan kegiatan-kegiatan tersebut (shalat ied berjamaah, takbir keliling, ujung-ujungan). Kemudian saya berharap para kepala desa untuk menindaklanjuti dengan mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar pelaksanaan di kampung itu bisa ditiadakan dalam masa sekarang ini. Nanti kita juga akan patroli bersama-sama," katanya.(rad-g-mei)

 

GUGUS TUGAS COVID-19 GELAR OPERASI PENEGAKAN DISIPLIN DAN SOSIALISASI PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT

Temanggung-GTPP, Penyebaran wabah corona di Kabupaten Temanggung semakin meluas. Kasus postif covid-19 terus bertambah dan yang tertular semakin banyak. Untuk menanggulangi diperlukan langkah-langkah strategis yang dilakukan secara masif di seluruh wilayah kabupaten.
Oleh karena itu Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Temanggung menggelar Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Sosialisasi Pembatasan Kegiatan Masyarakat secara besar-besaran di semua wilayah kabupaten. Operasi yang menerjunkan 40 tim tersebut berlangsung dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis (20-21/5). Masing-masing tim akan melakukan kegiatan di 7 atau 8 desa selama dua hari.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan wabah corona. Selain itu juga untuk menciptakan kepatuhan masyarakat terhadap produk hukum yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk pembatasan kegiatan masyarakat di saat pandemi memuncak.
Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten juga mengkondisikan kegiatan di Posko Covid-19 Tingkat Desa agar pelaksanaan disiplin protokol kesehatan benar-benar terwujud di tengah masyarakat sampai wilayah dusun atau kampung.
Materi publikasi yang didistribusikan ke posko-posko desa untuk mengedukasi masyarakat, antara lain SOP Posko Covid-19 Desa, poster yang menjelaskan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, poster Pengaturan Ibadah dan Kegiatan Lebaran, Petunjuk Teknis Pendistribusian Masker, dan Program Jogo Tonggo.
Operasi Penegakan dilakukan secara masif mengerahkan 40 Tim yang terdiri dari 20 Tim Gugus Tugas Kabupaten masing-masing terdiri dari 1 orang koordinator, 1 tokoh agama, 2 relawan, dan Kapolsek. Dua puluh tim lainnya berasal dari Gugus Tugas Kecamatan yang masing-masing tim terdiri dari camat, Kepala KUA Kecamatan, Danramil Kecamatan, dan 1 orang anggota Gugus Kecamatan.
Mari secara bersama-sama saling berupaya mencegah pandemi agar tidak meluas. Untuk itu diperlukan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan untuk melindungi semua warga dari ancaman penularan corona.(red-g-mei)

PAGUYUBAN KEPALA DESA/KELURAHAN DI 8 KECAMATAN SEPAKATI PEMBATASAN KEGIATAN LEBARAN

Temanggung-GTPP, Sehari sebelum Bupati Temanggung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 360/241/2020, pada Selasa 19 Mei 2020, tentang Pengaturan Shalat Ied Berjamaah dan Tradisi Silaturrahmi Idul Fitri 1441 H, di beberapa kecamatan telah dilakukan kesepakatan bersama diantara anggota paguyuban kepala desa tingkat kecamatan untuk melakukan pembatasan kegiatan lebaran.
Hingga Rabu (20/5) paguyuban kepala desa/kelurahan yang terpantau telah membuat kesepakatan tersebut antara lain dari Kecamatan Bansari, Tretep, Wonoboyo, Jumo, Ngadirejo, Kedu, Temanggung dan Kecamatan Kledung. Selain itu juga ada beberapa desa yang telah mengeluarkan aturan pembatasan meskipun paguyuban kepala desa di kecamatan belum membuat kesepakatan bersama.
Bupati sangat apresiasi dengan inisiatif para kepala desa dalam upaya penegakan disiplin protokol kesehatan untuk menanggulangi penyebaran virus corona di desa masing-masing. Hal ini disampaikan di depan para camat dan relawan pada saat melakukan koordinasi gerakan sosialsisi penegakan disiplin prokol kesehatan di desa-desa yang akan dilaksanan dua hari berturut-turut pada Kamis dan Jumat (20-21/5).
"Saya minta kepada para camat untuk menginisiasi terjadinya kesepakan bersama para kepala desa agar pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat pada masa lebaran bisa berjalan efektif untuk mengatur masyarakat. Sebab desa atau dusun merupakan wilayah kecil yang mudah dikontrol," kata bupati ketika memberi pembekalan kepada 40 tim sosialisasi, di Pendopo Pengayoman, Selasa (19/5).
Secara umum substansi kesepakatan sejalan dengan edaran bupati yang berisi pengaturan shalat ied dan silaturrahmi Idul Fitri, yaitu:
1. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung tidak menyelenggarakan atau melaksanakan Shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid, mushala, tempat ibadah umum dan lapangan terbuka. Shalat Idul Fitri agar dilaksanakan di rumah masing-masing dengan diikuti oleh anggota keluarga sendiri.
2. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung tidak melaksanakan kegiatan takbir keliling, melainkan tetap menggemakan suara takbir dan tahmid di rumah masing-masing atau di masjid oleh takmir masjid atau oleh jamah yang terbatas jumlahnya.
3. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung tidak saling bersalam-salaman, tidak saling berkunjung silaturrahmi lebaran, tidak berkumpul dan berkerumun, tidak menyelenggarakan tradisi halal bihalal atau pertemuan keluarga salama masa pandemi covid-19 ini. Saling mohon maaf lebaran dan saling silaturrahmi agar dilaksanakan melalui media komunikasi lain atau ditunda pelaksanaannya sampai selesai pandemi covid-19.(red-g-mei)

DANDIM: "PATUHLAH AGAR PANDEMI CEPAT BERLALU"

Temanggung-GTPP, Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf A.Y David Alam mengatakan, institusinya secara tegas mendukung keputusan Pemerintah Kabupaten Temanggung, bahkan setiap anggotanya pun diperintahkan untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mulai dari divisi penindakan sampai divisi logistik.
Pihaknya mendukung, terkait adanya kebijakan Pemkab Temanggung yang kini telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor:360/241/2020, tentang Pengaturan Shalat Ied Berjamaah dan Tradisi Silaturahim Idul Fitri 1 Syawal 1141 H/2020 di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Hanya saja dia menggarisbawahi bahwa masyarakat masih harus terus diingatkan, ditegur, dan ditindak bila tidak mematuhi aturan.
Menurut David, pada dasarnya semua aturan, baik yang diterbitkan dari tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten itu adalah untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, supaya cepat hilang. Satu-satunya cara melaksanakannya adalah dengan disiplin, di mana itu dilakukan dengan mematuhi aturan-aturan dari pemerintah yang sudah dikeluarkan.
"Memang sedikit lebih berat dari kegiatan sehari-hari, apalagi masyarakat kita ini dikenal religius dan Lebaran telah menjadi budaya dalam masyarakat. Tetapi sekarang ini situasinya dalam masa wabah yang artinya memerlukan tindakan yang khusus, tidak seperti biasanya. Maka baiknya kita mengalah ikuti anjuran pemerintah, kita amankan diri pribadi, keluarga, dan masyarakat, sehingga virus cepat hilang agar kita bisa hidup kembali dengan normal,"katanya, kemarin.
Dikatakan, jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dan SE Bupati Temanggung Nomor:360/241/2020, tentang Pengaturan Shalat Ied Berjamaah dan Tradisi Silaturahim Idul Fitri 1 Syawal 1141 H/2020 di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung, maka bukan tidak mungkin wabah ini akan berkepanjangan.
Kodim bersama Polres Temanggung sendiri secara nyata telah membantu Gugus Tugas Covid-19 mensosialisasikan pemakaian masker di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Temanggung. Semua dilakukan semata untuk memutus mata rantai penyebaran corona, selain itu, pihaknya juga telah membuka dapur umum bagi warga terdampak.
"Kenyataan di lapangan masyarakat masih harus terus kita ingatkan secara terus menerus. Ke depannya kita akan terus berupaya sesuai dengan instruksi Presiden, bahwa bulan Juni grafik jumlah orang yang terpapar corona menurun. Itu patokan buat kita bagaimana caranya di Temanggung bisa merealisasikan program dari pemerintah," katanya.(rad-g-mei)

PENGATURAN SHALAT IED DAN SILATURRAHMI IDUL FITRI

Temanggung-GTPP, Bupati HM. Al Hadziq selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung menggelar konferensi pers untuk menyampaikan maklumat kepada masyarakat Temanggung terkait dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri, di Pendopo Pengayoman, Selasa (19/5).
     Maklumat tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 360/241/2020, bertanggal 19 Mei 2020, tentang Pengaturan Shalat Ied Berjamaah dan Tradisi Silaturrahmi Idul Fitri 1441 H di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung.
     Disampaikan oleh bupati bahwa kondisi pandemi covid-19 di Kabupaten Temanggung semakin hari cenderung semakin meningkat dengan penularan lokal dan penularan dari luar yang angkanya terus bertambah.
     Jumlah kasus positif covid-19 terus naik dan jumlah warga yang menderita sakit dengan gejala seperti terjangkit virus corona juga bertambah. Oleh karena itu seluruh masyarakat Temanggung perlu mendisiplinkan diri pada protokol-protokol pencegahan covid-19 dengan social distancing dan physical distancing.
     Pengendalian penyebaran covid-19 melalui penetapan disiplin social distancing dan physical distancing harus dilakukan selama Bulan Ramadhan dan Bulan Syawal tahun ini, karena datangnya bulan suci bersamaan dengan meningkatnya kasus-kasus covid-19 di Kabupaten Temanggung. Pada perayaan Idul Fitri biasanya saling silaturrahmi namun justru hal ini sangat berpotensi menjadi media penularan virus.
     Oleh karena itu dikeluarkan surat edaran yang akan menjadi panduan bagi masyarakat di seluruh kabupaten agar perayaan lebaran tahun ini seminimal mungkin menghindari potensi penyebaran dan penularan virus corona.
     Melalui surat edaran tersebut Bupati Temanggung meminta kepada seluruh masyarakat untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung tidak menyelenggarakan atau melaksanakan Shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid, mushala, tempat ibadah umum dan lapangan terbuka. Shalat Idul Fitri agar dilaksanakan di rumah masing-masing dengan diikuti oleh anggota keluarga sendiri.
2. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung tidak melaksanakan kegiatan takbir keliling, melainkan tetap menggemakan suara takbir dan tahmid di rumah masing-masing atau di masjid oleh takmir masjid atau oleh jamah yang terbatas jumlahnya.
3. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung tidak saling bersalam-salaman, tidak saling berkunjung silaturrahmi lebaran, tidak berkumpul dan berkerumun, tidak menyelenggarakan tradisi halal bihalal atau pertemuan keluarga salama masa pandemi covid-19 ini. Saling mohon maaf lebaran dan saling silaturrahmi agar dilaksanakan melalui media komunikasi lain atau ditunda pelaksanaannya sampai selesai pandemi covid-19.
4. Agar seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung terus menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil sembari terus memanjatkan doa agar covid-19 segera sirna.
     Bupati meminta masyarakat melaksankan dan mengikuti aturan dalam surat edaran ini agar upaya-upaya pengendalian dan pencegahan virus corona di Kabupaten Temanggung bisa berjalan optimal.(g-mei)

WABAH CORONA MENGUBAH KEBIASAAN PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR KALORAN

Temanggung-GTPP, Penerapan social distancing dan physical distancing di pasar sangat sulit dilakukan karena keadaan pasar yang selalu hiruk-pikuk, jarak lapak yang berhimpitan dan gang sempit tidak memungkinkan penerapan aturan tersebut. Namun bukan berarti pasar tidak bisa menegakkan disiplin pencegahan penyebaran virus corona. Sebagai contoh di Pasar Kaloran bisa diterapkan penegakan yang telah dimulai sebelum ada operasi wajib masker yang dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung.
     Pasar Kaloran beroperasi berdasarkan penanggalan Jawa yaitu setiap pasaran wage dan pahing. Memiliki dua lokasi yaitu pasar hewan dan pasar umum berjarak sekitar satu kilo meter. Keramaian pasar hanya terjadi pada pagi hari. Sekarang pasar Kaloran hanya membuka satu pintu masuk utama untuk memudahkan pemantauan pengunjung pasar.
     Menurut Budi Wahono (64), ketua Bumdes yang mengelola pasar Kaloran, menjelaskan bahwa pasar Kaloran sudah menerapkan anjuran pemerintah menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun, bahkan telah dilengkapi alat pengukur suhu dan mencatat pengunjung. Hal tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan pengunjung menggunakan alat pendeteksi suhu badan. Selain itu pengelola pasar juga memberikan edukasi cara berperilaku hidup sehat untuk menghidari penularan virus corona yang semakin meluas di Kabupaten Temanggung.
     "Sebenarnya sebelum ada operasi masker dari gugus tugas kabupaten kita sudah menerapkan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, selalu cuci tangan dan mengenakan masker, bahkan pedagang yang berjualan di luar pasar, kita sudah atur sedemikian rupa agar jaraknya tidak berdekatan, dan setelah ada anjuran wajib memakai masker, di pasar kaloran sudah 100 persen mengenakan masker semua," kata Budi disela-sela kesibukannya.
     Sartini (65) salah satu pedagang mengakui betapa takutnya dengan penyebaran virus corona yang terjadi di Temanggung, juga sering lihat berita di tv ataupun media sosial semakin menambah ketakutan. Sebelum adanya aturan menggunakan masker setiap kegiatan di luar rumah dia mengungkapkan sudah selalu memakai masker kadang selalu mengajak teman sesama pedagang untuk memakai masker.
     "Setelah mendengar kabar penyebaran virus corona ini sampai Temanggung, saya dan keluarga selalu menjaga agar tidak terpapar virus tersebut, masker serta hand sanitizer tidak pernah ketinggalan ada di dalam tas saya. Apalagi perkembangan positif di Temanggung sangat mengkhawatirkan jadi saya menerapkan apa yang dianjurkan pemerintah, orang terdekat saya juga saya anjurkan selalu cuci tangan sebelum masuk pasar maupun keluar pasar dan setelah pulang saya tidak pernah interaksi sama keluarga atau tetangga sebelum saya mandi dan merendam pakaian yang saya pakai di pasar," kata Sartini.
     Pandemi corona telah mengubah aktivitas pedagang pasar Kaloran. Mereka mulai terbiasa tertib menjaga kesehatan bahkan cara bertransaksi juga dilakukan dengan aman tidak melakukan kontak langsung dengan pembeli. Salah satu pedagang melakukan pembayaran ataupun penyerahan barang menggunakan irus yaitu alat memasak terbuat dari tempurung dengan gagang bambu. Cara ini diyakini tidak aman untuk menghindari penularan virus.(sul-g-mei)

JOGO TONGGO DI KAYOGAN PASTIKAN WARGA TIDAK KELAPARAN

Temanggung-GTTPP, Warga Lingkungan Kayogan RW 04, Kelurahan Sidorejo, Temanggung, menerapkan program Jogo Tonggo sebagai bentuk kepedulian kepada warga tidak mampu dan mengalami dampak ekonomi selama Pandemi Covid-19.
     Mereka bersama-sama mengumpulkan bahan makanan seperti sayur dan makanan pokok dari warga yang mampu untuk disumbangkan kepada warga yang membutuhkan dengan cara digantungkan di tempat khusus di depan Pos Kamling kampung tersebut.
     Dijumpai disela-sela menata bahan pokok dan sayuran Senin (18/5), Nana (42) pencetus ide gerakan saling membantu warga, menjelaskan bahwa wabah Covid-19 membuat perekonomian masyarakat menurun dan terpengaruh. Untuk itu pihaknya tergetuk hatinya untuk bermusyawarah dengan Ketua RW 04 Lingkungan Kayogan dan ibu-ibu PKK untuk mengadakan kegiatan aksi sosial Jogo Tonggo, yang salah satu kegiatannya saling berbagi agar tidak ada satupun warga yang kesulitan mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.
     “Dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 membuat masyarakat mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup harian. Untuk itu kita tergerak saling membantu semampunya atau saling barter dengan bahan pokok dengan sayuran juga bisa. Intinya di sini kita saling membantu dan menyuport satu sama yang lain agar di Lingkungan Kayogan tidak ada yang kelaparan di tengah pandemi yang melanda,” kata Nana dengan penuh semangat.
     Dia juga menjelaskan, aksi sosial tersebut untuk meringankan beban masyarakat sekitar dan juga diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, harapannya kegiatan tersebut bisa menginspirasi daerah lain untuk melaksanakan aksi sosial di tengah wabah corona. Apalagi di tengah ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan ini kita dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,” tambahnya.
     Salah satu warga penerima manfaat program Jogo Tonggo, Yoni (38), yang dirumahkan karena pabrik tempatnya bekerja berhenti beroperasi, merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian bantuan bahan makanan dari warga Lingkungan Kayogan. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif dan bisa menjadi contoh di daerah lain.
     “Saya sangat terbantu dengan adanya pembagian sayuran dan bahan makanan lain apalagi di tengah wabah ini saya harus tetap berjuang dengan pengasilan yang tidak menentu. Karena saya dirumahkan, saya kemudian menanam sayuran untuk dikonsumsi sendiri dan bisa ditukarkan dengan bahan pokok lainnya yang memang tidak saya punya,” ujarnya dengan penuh optimis.(gung-g-mei)

 

PUNCAK WABAH COVID-19 DI TEMANGGUNG DAN STRATEGI PENANGGULANGAN

Temanggung-GTPP, Wabah Covid-19 di Kabupaten Temanggung semakin meluas dan pasien terus bertambah. Sampai hari Minggu (17/5) jumlah total pasien positif mencapai 53 orang, 12 orang diantaranya telah sembuh dan 41 orang masih dalam perawatan. Namun yang mengkhawatirkan hasil tracking lebih dari 1.800 orang yang dilakukan oleh petugas kesehatan diperoleh ratusan orang yang reaktif rapid tes.
     Setiap hari data terus berubah sangat dinamis. Transmisi lokal tampaknya "tidak akan bisa dihitung lagi". Cluster penyebar virus semakin banyak, sebelumnya hanya 2 cluster, namun sekarang telah menjadi 6 cluster (Gowa, ABK Brazil, ABK USA, ABK London, Cluster RSD Karyadi dan Cluster Ponpes) yang siap menularkan virus di seluruh Kabupaten Temanggung. Bisa jadi akan mencapai puncaknya pada bulan Mei pada saat aktivitas masyarakat meningkat menjelang lebaran dan pada saat lebaran. Lalu kapan kasus covid-19 akan menurun?
     Logikanya kita tidak mungkin bisa turun sebelum mancapai puncak kurva. Presiden telah memberi arahan agar Gugus Tugas Covid-19 bisa menurunkan kurva perkembangan kasus pada bulan Juni. Oleh karenanya sisa waktu sampai dengan akhir Mei atau awal Juni kita manfaatkan sebagai Golden Periode. Para pejuang kemanusiaan dari puskesmas terus bergerak dengan target menemukan sebanyak-banyaknya kasus covid-19 di masyarakat kemudian dikarantina, diisolasi, dirawat dan diobati sampai sembuh.
     Dengan demikian transmisi virus di masyarakat bisa ditekan serendah-rendahnya. Caranya sejak tanggal 11 Mei 2020 para petugas medis puskesmas melakukan tracking-pelacakan kasus secara agresif, rapid test secara masif dan yang hasilnya reaktif kita ambil swab untuk pemeriksaan PCR.
     Dengan cara ini semoga akhir Mei atau awal Juni Temanggung dapat mencapai puncak kurva untuk kemudian minggu-minggu berikutnya berangsur-angsur mengalami penurunan. Diharapkan bulan Juli kita sudah bisa kembali hidup normal meskipun belum bebas dari covid-19, sebelum (setidaknya 90%) masyarakat mendapatkan vaksinasi sehingga tercipta herd immunity.
     Menyikapi hal itu masyarakat diajak kerjasama menanggulangi wabah covid-19 di Kabupaten Temanggung. Tanpa dukungan masyarakat perjuangan ini tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Ini merupakan langkah strategis dalam melawan covid-19 dengan cara mengendalikan penambahan dan penyebaran kasus covid-19.
     Untuk itu kita harus bersama-sama menegakkan disiplin, antara lain:
1. Tetap tinggal di rumah, kerja di rumah, belajar di rumah, ibadah di rumah. Saat ini masih banyak orang mengabaikan keselamatan bersama.
2. Keluar rumah hanya jika ada keperluan sangat mendesak.
3. Jaga jarak minimal 2 meter
4. Rajin cuci tangan pakai sabun
5. Selalu pakai masker saat keluar rumah.
6. Memastikan setiap pemudik atau pulang kampung harus karantina mandiri selama 14 hari.
     Kita berharap ada ketegasan dari kita semua untuk larangan penyelenggaraan sholat Idul Fitri berjamaah, takbiran berjamaah, takbir keliling, tradisi silaturahim/ujung/sungkeman, halal bihalal, serta aktivitas lain yang mengumpulkan orang banyak.(g-mei)

RELAWAN KESEHATAN DAN MISI KEMANUSIAAN

Temanggung-GTPP, Sebanyak 50 orang relawan kesehatan yang bergabung dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung telah siap menjalankan tugas kemanusiaan menangani pasien corona. Sebelum diterjunkan di medan tugas mereka mendapat briefing tugas dan pembekalan motivasi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Suparjo, M.Kes, di Pendopo Pengayoman, Minggu (17/5).
     Dr. Suparjo memotivasi relawan agar dalam menjalankan misi kemanusiaan ini harus dilandasi dengan dedikasi yang tinggi, penuh semangat serta harapan sukses, dan yang tidak kalah penting adalah ikhlas menjalankan tugas.
     "Semua harus hati-hati dan berfikir sebelum berbuat, kenakan APD yang memadai saat melayani pasien. Ikuti prosedur dan senantiasa komunikasi, kerjasama dan konsultasi dengan kepala divisi relawan, kepala divisi operasional, maupun komandan karantina," pesan Dr. Suparjo kepada para relawan.
     Relawan Kesehatan yang telah dikukuhkan oleh Bupati HM. Al Hadziq pada Kamis (14/5), akan menjalani tugas, antara lain menjaga dan melayani pasien yg dikarantina. Pasien tersebut bisa dari hasil tracing yang rapid testnya reaktif maupun pasien dengan PCR positif covid-19 tanpa gejala.
     Selain itu Dr. Suparjo juga menyampaikan bahwa strategi kita dalam melawan covid-19 adalah mengendalikan penambahan dan penyebaran kasus covid-19. Caranya yaitu menemukan kasus lalu dikarantina atau isolasi. Sedangkan bagi masyarakat luas harus menerapkan disiplin protokol kesehatan, yaitu physical distancing, stay at home. Juga rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, pakai masker setiap keluar rumah, dan karantina bagi pemudik atau pulang kampung.(red-g-mei)

CARA DESA WONOSARI HADAPI WABAH CORONA

Temanggung-GTPP, Penularan covid-19 di Kabupaten Temanggung semakin meluas. Hal ini membuat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung dituntut semakin kerja keras dan bergerak cepat penanganan dan pencegahan sampai di tingkat desa. Sekarang desa menjadi portal yang sangat penting dalam upaya-upaya melindungi warga dari penularan virus corona.
     Salah satu keseriusan melindungi warga dari wabah terlihat di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu. Di desa yg terdiri dari 4 dusun dan 16 RT tersebut terdapat empat akses jalan yang telah diantisipasi dengan sistim buka tutup serta pendataan bagi warga yang keluar-masuk desa melalui dua pos dengan sistem penjagaan dua shift. Untuk menunjang aktivitas penanganan dan pencegahan covid-19 pemerintah desa melibatkan seluruh element masyarakat dan relawan desa termasuk pemuda desa, ditambah dengan peran semua warga desa. Selain itu perangkat desa juga berpartisipasi dengan ikhlas memotong 20% gajinya untuk menambah anggaran pencegahan dan penanganan.
     Gerakan pencegahan yang dilakukan Desa Wonosari cukup beragam, dimulai dari sosialisasi penempelan stiker, pembagian selebaran, maupun pemasangan banner pengumuman di tempat-tempat strategis. Sejumlah 4 ribu masker dibagikan gratis ke semua warga. Selain itu juga dilakukan gerakan wajib cuci tangan sampai semua toko dan warung-warung dibagikan tempat cuci tangan gratis sebanyak 30 lokasi.
     Tak luput dari perhatian pemerintah desa, bagi warga yang di perantauan juga dipantau secara online baik yang pulang kampung maupun yang terpaksa masih tertahan di rantau. Pemerintah desa menyiapkan tempat karantina di beberapa fasilitas umum yang dimiliki desa yaitu pendopo, Kantor PKK, Kantor Posyandu dan Polindes dengan fasilitas air bersih dan televisi.
     Untuk mengatasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, Pemdes Wonosari telah melaksanakan program stimulan bagi warga berkaitan dengan penguatan ekonomi, yaitu program pekarangan produktif. Pemerintah desa pembagi polibag dan benih kepada semua kepala keluarga (KK) masing-masing sebanyak 25 buah untuk menanam tanaman konsumsi seperti sayur dan lainnya sebagai langkah untuk ketahanan pangan. Nanun jika pandemi bisa segera berakhir maka hasil tanaman dari program tersebut menjadi bonus ekonomi bagi warga.
     Kepala Desa Wonosari, Agus Parmuji, mengakui bahwa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan dalam menghadapi pandemi covid-I9 ini tidak ringan. Pemerintah desa harus bekerja ekstra keras melindungi seluruh warga dengan sigap melakukan pencegahan dan penanganan, harus ketat penjagaan untuk siaga kriminalitas, melakukan sinkronisasi data warga miskin dan terdampak yang harus mendapat bantuan sosial.
     Selain itu juga harus memikirkan program terobosan penguatan ekonomi, misalnya program pemanfaatan pekarangan produktif. Mengatur jaring lalu lintas lebaran berkaitan dengan aktivitas kebutuhan masyarakat dan lebaran. Juga harus mengurusi warga pemudik yang dikarantina dan sebagainya. Semua ini dilakukan demi masyarakat agar aman dari penukaran dan tetap bisa menjalankan aktivtas sehari-hari dengan aman.
Antisipasi Lebaran
     Untuk mengantisipasi peningkatan aktifitas masyarakat di Hari Raya Idul Fitri, Desa Wonosari menerapkan kebijakan tidak ada sungkeman dan kunjungan silaturrahmi. Akses desa akan ditutup total mulai H-2 lebaran sampai H+7 lebaran. Penutupan akses bertujuan untuk membatasi aktifitas warga keluar desa dan menutup akses bagi orang luar masuk ke Desa Wonosari. Bagi warga yang berkepentingan ziarah makam dihimbau agar melaksanakan sebelum atau sesudah penutupan akses jalan desa.
     Kegiatan ibadah yg melibatkan banyak orang seperti sholat tarawih dan sholat ied tidak dilaksanakan di masjid, mushala, dan tempat umum lainnya, tapi dilakukan di rumah masing masing. Sebelum masuk bulan ramadhan egiatan tradisi seperti nyadran tetap diadakan tapi di teras rumah masing masing dengan doa dari masjid dilakukan oleh takmir melalui pengeras suara.
     Warga Desa Wonosari senantiasa diminta untuk menjalankan disiplin pencegahan dengan memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Oleh karena itu bagi warga yang akan berbelanja diharapkan agar lebih awal jangan mendekati lebaran tujuanya untuk menghindari kepadatan pasar.(kuh-g-mei)

PEMERINTAH DESA DAN DINAS SOSIAL SERIUS LAKUKAN VALIDASI PENERIMA BANSOS

~ Masyarakat Diminta Jangan Khawatir Tidak Dapat Bantuan
Temanggung-GTPP, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Prasojo mengatakan, pemerintah daerah maupun pusat saat ini sangat serius untuk membantu masyarakat melalui bantuan sosial setelah terkena badai pandemi Covid-19. Pemerintah Kabupaten Temanggung berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, dengan beragam bentuk bantuan. Namun rigidnya data menjadi persoalan teknis yang tidak mudah sehingga diperlukan kecermatan, supaya tidak ada warga yang mendapatkan bantuan dobel agar tepat sasaran dan bisa merata kepada keluarga miskin dan kelompok terdampak.
     Kecermatan memang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Sosial yang melakukan pendataan dari bawah, atau dari Pemerintah Desa/Kelurahan. Sehingga pelibatan Pemerintah Desa/Kelurahan sangat penting, sebab dari sini lah diketahui data valid setiap warganya sehingga nantinya tidak terjadi dobel. Karena ada berbagai ragam bentuk bantuan bagi warga yang belum mendapat satu jenis bantuan diminta untuk tidak khawatir sebab masih ada bentuk bantuan lain, baik berasal dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun Pemerintah Kabupaten.
     "Kepada rekan-rekan dari Pemdes/kelurahan, kecamatan, maupun pekerja sosial mari kita bekerja ikhlas, sabar agar pekerjaan sesulit apapun bisa mudah dan membawa berkah. Lalu untuk masyarakat mari kita tunggu bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten ini karena akan simultan atau berbarengan. Jadi tidak usah khawatir, tidak usah bingung, Insya Allah semua akan tercukupi bagi keluarga terdampak maupun keluarga miskin, bisa diberikan dari Program Sembako, BST, BLTDD,"katanya ditemui di kantornya Rabu (13/5/2020).
     Prasojo mengatakan, keluarga penerima manfaat (keluarga miskin) di Kabupaten Temanggung, yang terdapat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ada 115.003 kepala keluarga (KK). Saat ini yang sudah mendapat bantuan dari Kemensos dari Program Keluarga Harapan (PKH), ada 34.610 kepala keluarga (KK), kemudian untuk Program Sembako ada 45.156 kepala keluarga (KK).
     Dalam rangka penanggulangan Covid-19 Kemensos juga memberikan bantuan lagi dari 115.003 KK yang belum mendapatkan bantuan program ini ada bantuan yang namanya Bantuan Sosial Tunai sebanyak 24.002 kepala keluarga (KK). Kemudian Perluasan Sembako 29.450 kepala keluarga (KK). Untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) besarannya Rp 600 ribu, diberikan selama 3 bulan. Sedangkan untuk Perluasan Sembako besarannya adalah Rp 200 ribu selama 9 bulan.
     Disebutkan, dari jumlah 115.003 KK yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung, paling banyak berasal dari Kecamatan Ngadirejo, yakni 10.952 KK, disusul Kecamatan Temanggung 8.648 KK, Kecamatan Bulu 8.596 KK, Kecamatan Kaloran 7.761 KK, Kecamatan Parakan 7.577 KK, Kecamatan Kedu 7.387 KK. Paling sedikit berasal dari Kecamatan Tretep yakni 3.153 KK disusul Kecamatan Bansari 3.208 KK, Kecamatan Tlogomulyo 3.469 KK.
     "Itu yang dari Pemerintah Pusat, kemudian yang dari Provinsi maupun Kabupaten ini masih dalam proses pendataan, setelah pendataan selesai baru nanti diadakan pengadaan barang dan jasa. Progres pendataan untuk Provinsi sudah hampir 100 persen tapi berakibat di Kabupaten Temanggung karena itungannya menjadi berubah jadi sekarang ini kita belum fix di angka yang di Kabupaten Temanggung. Tapi akan segera kita padatkan, kita sanding kembali, kita cleansing agar ada data yang akurat, valid, tepat sasaran, tepat waktu,"katanya.
     Diakuinya akurasi data memang sangat diperhatikan oleh Pemkab Temanggung agar ke depan tidak terjadi persoalan, maka harus valid sehingga tepat sasaran. Maka pihaknya memang tidak mau gegabah terkait data karena sangat penting, agar tidak terjadi huru hara tentang Bansos. Perkiraan pekan depan bantuan dari Pemrov dan Pemkab sudah bisa dicairkan.
     Prasojo mencontohkan rigidnya pendataan itu seperti pada penyerahan BST, maupun Perluasan Sembako, di mana sebelumnya harus didahului dengan penyerahan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS). Saat ini untuk BST yang melalui Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) di mana BST nya ada dari BRI, BNI, BTPN, Mandiri, oleh karenanya yang memiliki rekening langsung dikirim. Akan tetapi yang tidak punya maka BST dikirim melalui Kantor Pos.
     "Nah kendalanya untuk yang Kantor Pos itu kan teman-teman di desa maupun kecamatan itu tidak berani mengumpulkan banyak orang. Maka kita buat kiat-kiat agar tidak mengumpulkan banyak orang tapi BST nya cepat disalurkan kepada penerima manfaat karena uangnya sudah masuk di PT Pos. Demikian juga yang Perluasan Sembako, untuk KKS nya (Kartu Kesejahteraan Sosial) sekarang baru dibagi kepada keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang belum mendapatkan itu, yang sudah ada di DTKS tapi belum dapat bantuan, maka dapat Perluasan Sembako,"katanya.
     Persoalannya memang hampir sama, yakni ketika harus mengumpulkan penerima manfaat dalam jumlah banyak dan tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan social distancing. Di sini aparat dari Pemerintah Desa maupun Kecamatan sangat berhati-hati agar tidak terjadi penumpukkan orang di suatu tempat. Intinya bagaimana tepat sasaran namun tetap tidak mengumpulkan banyak orang.
     "Sekarang masih berjalan untuk penyerahan BST dan KKS ini, maka kita dari Dinas Sosial maupun dari PT Pos, Himbara, yang bergerak terus. Penyerahannya bekerjasama dengan pihak kecamatan, kelurahan/desa, dan pekerja sosial seperti DKSK dan Pendamping PKH, mereka bekerja keras hampir tidak tidur, kasihan juga, tapi memang memikirkan kemaslahatan memerlukan pengorbanan,"katanya.
     Bantuan Sosial Tunai (BST) sendiri pencairannya sampai pertengahan Mei 2020 sudah masuk tahap ke II, di mana sebelumnya pada tanggal 3 Mei 2020, bantuan melalui Himbara sudah masuk yang langsung melalui rekening tabungan, kemudian dari Kantor Pos mulai tanggal 8 Mei 2020. Hal ini dilakukan maraton secara terus menerus sampai 3 bulan lamanya, yakni Mei, Juni, Juli.
     Sedangkan untuk bantuan Perluasan Sembako masih tahap pemberian KKS baru setelah itu bisa diambil melalui E-Warong sebanyak 2 kali dalam setiap bulannya berupa beras, telur, daging ayam, ikan, tahu, tempe, sayur dan buah-buahan. Cara mengambilnya KPM terlebih dahulu harus memesan sesuai kebutuhannya di E-Warong yang telah ditunjuk, dengan pengambilan sesuai jadwal. E-Warong sendiri di Kabupaten Temanggung ada sebanyak 477 dan tersebar merata di 20 kecamatan.
     Adapun untuk bantuan dari Pemprov Jateng nantinya berupa sembako senilai Rp 200 ribu, selama 3 bulan dan dari Pemkab Temanggung juga berupa paket sembako senilai Rp 200 ribu. Atau rincinya disebut sebagai paket barang, sebab tidak hanya sembako seperti Pemprov juga rencananya memberikan tambahan bantuan berupa sarden, dan Pemkab Temanggung rencananya ada bantuan berupa beras, gula, minyak, dan mi instan.
     "Kalau yang Provinsi kan sudah jelas 3 bulan. Sedangkan bantuan dari Pemkab Temanggung paling lama 6 bulan, namun demikian akan menyesuaikan keadaan, apabila kurang dari 6 bulan misal dua bulan masa pandemi Covid-19 ini sudah lewat dan keadaan kembali normal maka bantuan akan dihentikan. Tapi nanti akan kita verifikasi lagi dengan Tim Gugus Covid-19, perlu tidaknya pemberian selanjutnya,"terangnya.(rad-g-mei)

JANGAN SEDIKIT-SEDIKIT SALAHKAN KEPALA DESA

Warga Miskin Yang Tak Dapat Bansos Lapor Saja
Temanggung-GTPP, Saya minta masyarakat jangan sedikit-sedikit menyalahkan kepala desa atau perangkat desa jika ada warga miskin yang belum mendapatkan Bansos. Mereka disamping telah bekerja keras menyiapkan data, dan mempersiapkan penyaluran berbagai jenis bantuan kepada masyarakat, kepala desa dan perangkat desa juga bukan satu-satunya pihak yang mengambil keputusan. Hal ini disampaikan Bupati Temanggung HM Al Khadziq dalam acara penyerahan BLT Dana Desa,  Sabtu (16/5) di Desa Ringinanom, Kec Parakan, Kab Temanggung, hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Temanggung, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Temanggung serta jajaran instansi terkait.
     Dalam menyusun data penerima bantuan, kepala desa dan perangkat desa tidak memutuskannya sendiri. Penentuan data penerima bantuan yang bersumber dari dana desa harus melalui proses musyawarah yang melibatkan pihak RT, RW, tokoh masyarakat di lingkungan setempat, dan penentu terakhir di desa bukanlah kepala desa melainkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
     Semua bantuan dari pemerintah, baik bantuan dari Kementerian Sosial, dari Provinsi Kabupaten, dan juga bantuan yang bersumber dari dana desa, ujung tombak di lapangan adalah para kepala desa dan para perangkat desa. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan kerja-kerasnya dalam mempersiapkan penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat.
     Mungkin keputusan tentang data penerima bantuan di satu dua desa memang belum sempurna 100 persen alias mungkin saja masih ada warga miskin yang belum masuk data penerima. Namun mengingat saat ini adalah masa-masa ekonomi sulit, maka pemerintah membuka ruang seluas-luasnya untuk memasukkan nama-nama baru untuk dimasukkan dalam data penerima.
     Oleh karena itu jika masih ada warga masyarakat tidak mampu atau warga kelompok terdampak covid yang belum terdata atau belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, saya minta untuk tidak ragu segera melapor ke pemerintah desa untuk dimusyawarahkan dengan rembug desa melibatkan Gugus Covid Desa, RT, RW, Tokoh Masyarakat, Pemerintah Desa, dan BPD.
     Saya minta kepada pemerintah desa untuk memusyawarahkan usulan-usulan baru tersebut dan mengambil keputusan sebagaimana aturan yang berlaku. Dan sebaliknya saya minta masyarakat untuk dapat menerima hasil dari rembug desa yang sudah melibatkan berbagai unsur di desa tersebut.
     Saya minta kepada masyarakat untuk memahami, bahwa bantuan yang saat ini sedang dicairkan, hanyalah salah satu jenis bantuan tahap awal. Jangan kemrungsung dulu. Setelah ini masih akan ada penyaluran-penyaluran bantuan berikutnya. Menurut data di Pemerintah Kabupaten, seharusnya semua warga tidak mampu akan mendapatkan bantuan, hanya menunggu giliran pencairan / penyaluran saja.
     Bantuan dari pemerintah ada berbagai jenisnya. Setiap keluarga miskin hanya bisa menerima satu jenis bantuan. Tidak boleh ada yang dobel mendapat dua atau lebih jenis bantuan. Adapun jenis-jenis bantuan adalah :
Bantuan PKH
     Bantuan PKH adalah bantuan rutin yang diberikan kepada masyarakat miskin sejak sebelum masa krisis covid. Jumlah penerima di Temanggung sejumlah 34.610 KK, dan sudah cair rutin setiap bulan, dan untuk Bulan Mei ini dapat dicairkan mulai tanggal 18 Mei 2020.
Bantuan Perluasan PKH
     Sama persis dengan Bantuan PKH, ada penambahan angka karena covid sejumlah 1.714 KK.
Bantuan Sembako Reguler
     Bantuan Sembako Reguler adalah bantuan rutin sembako senilai Rp 200.000 per bulan yang diberikan kepada masyarakat miskin sejak sebelum masa krisis covid. Jumlah penerima di Temanggung adalah 45.156 KK, dan sudah cair rutin setiap bulan, dan untuk bulan Mei ini sudah dapat dicairkan mulai tanggal 15 Mei.
Bantuan Sosial Tunai (BST)
     Bantuan Sosial Tunai adalah bantuan uang tunai Rp 600.000 selama 3 bulan, yang diberikan oleh Kementerian Sosial kepada masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan PKH dan Bantuan Sembako. Di Temanggung jumlah penerimanya sebanyak 24.002 KK. Saat ini sedang berlangsung proses pencairan oleh kantor pos bagi penerima yang tidak memiliki rekening di Himbara. Bagi yang memiliki rekening dana langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan.
Bantuan Perluasan Program Sembako
     Bantuan Perluasan Program Sembako Adalah bantuan dimana masyarakat penerima diberikan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) yang setiap bulan di-top-up senilai uang Rp 200.000 selama 9 bulan yang dapat digunakan untuk berbelanja sembako di e-warong. Bantuan diberikan kepada masyarakat miskin yang belum mendapat bantuan PKH, Bantuan Sembako reguler, dan belum mendapatkan BST. Jumlah penerima di Temanggung adalah 29.450 KK. Bagi masyarakat yang sudah menerima KKS dan sudah ter top-up di Himbara pencairan sudah bisa dilakukan mulai 15 Mei, dan bagi yang lainnya saat ini dalam proses distribusi KKS dan direncanakan dapat dicairkan sebelum lebaran ini.
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Pemprov Jateng
     Bantuan Jaring Pengaman Sosial Pemprov Jateng adalah bantuan berupa sembako senilai Rp 200.000 diberikan rutin selama 3 bulan yang diberikan oleh Pemprov Jateng. Bantuan diberikan kepada keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan-bantuan lain. Jumlah penerima di Temanggung adalah 6.965 KK. Bantuan ini rencana didistribusikan sebelum lebaran tiba.
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Pemkab Temanggung
     Bantuan Jaring Pengaman Sosial Pemkab Temanggung adalah bantuan berupa sembako senilai Rp 200.000 diberikan rutin selama 6 bulan yang diberikan oleh Pemkab Temanggung kepada masyarakat miskin yang belum masuk dalam data penerima bantuan-bantuan diatas. Jumlah penerimanya di Temanggung adalah 13.588 KK. Bantuan ini akan disalurkan mulai 21 Mei ini.
Bantuan Sosial Tunai yang bersumber dari dana desa
     Bantuan Sosial Tunai yang bersumber dari dana desa adalah bantuan uang tunai senilai Rp 600.000 berturut-turut selama 3 bulan yang diberikan oleh pemerintah desa dengan menggunakan Dana Desa (DD). Bantuan diberikan kepada masyarakat miskin atau masyarakat terdampak yang belum mendapatkan jenis bantuan apapun. Penentuan nama-nama penerima diusulkan oleh RT, RW, tokoh masyarakat di lingkungan setempat, kemudian dibahas di musyawarah desa, dan keputusan musyawarah diserahkan kepada BPD untuk diambil keputusan akhir.
Total yang akan menerima bantuan di Kabupaten Temanggung adalah sejumlah 155.485 KK atau jauh melebihi jumlah KK miskin di Temanggung yang berjumlah 15,000 KK. Jadi secara teoritis seharusnya sudah tidak ada keluarga miskin yang tidak mendapatkan bantuan.
     Saya berharap semua bantuan itu sudah sampai di tangan masyarakat yang berhak menerimanya. Saya minta kepada semua aparat pemerintah, baik pemerintah Kabupaten maupun pemerintah desa, untuk memastikan agar bantuan-bantuan tersebut harus tepat waktu, tepat sasaran sesuai data yang ada, tepat jumlah sesuai nilai yang seharusnya diberikan, tepat kualitas untuk bantuan sembako sesuai dengan nilai yang seharusnya.(g-mei)

PENGUKUHAN RELAWAN COVID-19 DAN PEMBENTUKAN RELAWAN JOGO TONGGO

Temanggung-GTPP, Bupati Temanggung, HM Al Khadziq, melakukan pengukuhan Relawan Covid-19 di Pendopo Pengayoman, Kamis sore (14/5). Mereka adalah relawan hasil perekrutan terbuka yang digelar minggu lalu untuk memenuhi kebutuhan 50 relawan kesehatan dan 70 relawan umum.
     Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa kasus covid-19 semakin banyak. Hari ini telah mencapai 49 orang yang positif, 12 orang diantaranya sembuh dan 37 dirawat di RSUD. Selain itu dari hasil tracking didapat sekitar 120 orang yang reaktif rapid tes.
     "Tidak mustahil dalam waktu satu atau dua minggu ke depan jumlah kasus positif akan melonjak. Padahal kapasitas tempat karantina dan ruang perawatan yang ada sangat terbatas. Bahkan tenaga kesehatan yang sekarang ada juga akan mengalami kelelahan dan tidak menutup kemungkinan malah tertular," kata bupati.
     Dirasa bergabungnya relawan kesehatan dan relawan umum dengan gugus tugas kabupaten akan sangat membantu dalam menjalankan upaya-upaya pencegahan dan penanganan pandemi corona. Apalagi menjelang lebaran ini aktivitas masyarakat semakin meningkat sehingga bertambah berat tugas personil yang ada.
     Relawan umum akan menjalankan tugas penegakan disiplin protokol pencegahan, diantaranya larangan keluar masuk pasar dan kampung tanpa memakai masker, dan membatasi pergerakan masyarakat pada saat lebaran. Saat ini pemerintah kabupaten sedang menyiapkan payung hukum yang akan mengatur larangan-larangan yaitu silaturrahmi lebaran, takbir keliling, halal bihalal, keramaian lebaran. Bakan juga akan diatur agar masyarakat menjalankan shalat ied di rumah.
JOGO TONGGO
     Sebelumnya, di tempat yang sama juga berlangsung pertemuan antara Divisi Relawan dan Jogo Tonggo bersama seluruh camat dan semua ketua paguyuban kades wilayah kecamatan untuk membentuk Relawan Jogo Tonggo di setiap RW untuk menindak lanjuti instruksi Gubernur Jawa Tengah.
     Koordinator Divisi, Edy Cahyadi, menyampaikan bahwa Relawan Jogo Tonggo akan memiliki peran yang sangat besar dalam menjalankan disiplin dan kepatuhan masyarakat di wilayah RW karena mereka yang akan berhadapan langsung dengan warga untuk penegakan protokol pencegahan penularan corona. Sebab telah diprediksi oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional bahwa puncak penularan akan terjadi pada saat lebaran.
     Kades Candisari, Ceper Parwidi, mengusulkan agar semua kecamatan di Temanggung mengikuti Kecamatan Bansari yang telah membuat kesepakan tertulis yang ditandatangani oleh 13 kepala desa untuk menutup desa guna membatasi pergerakan warga menjelang lebaran, pada saat lebaran, dan pasca lebaran sebagai cara membendung penularan virus corona yang dikhawatirkan tidak terkendali.(g-mei)

MENYIASATI EKONOMI DI TENGAH PANDEMI

Temanggung-GTPP, Dari Jualan Online Sampai Pemanfaatan Pekarangan Produktif
     Dampak pandemi Covid-19 atau corona bagi masyarakat saat ini tidak hanya soal kesehatan, terpapar atau tidak terpapar. Akan tetapi lebih luas dari itu ada efek domino, yakni secara sosial dan ekonomi. Di kalangan masyarakat bahkan muncul istilah "orang miskin baru", lantaran dampak pemutusan hubungan kerja (PHK), atau yang punya usaha juga gulung tikar.
     Dengan demikian, banyak orang dari golongan kelas menengah yang semula berpenghasilan kemudian setelah di rumahkan atau usahanya bangkrut tidak mempunyai penghasilan alias menganggur. Kondisi ini seperti ini menjadi pukulan telak, terutama bagi orang-orang di perkotaan yang notabene tidak memiliki lahan pertanian, sehingga ada ketergantungan hidup dari kerja hariannya.
     Belum lagi pembatasan sosial yang dimaksudkan untuk memutus mata rantai persebaran corona juga membatasi ruang gerak orang yang masih bekerja misalnya di sektor jasa. Meskipun dalam rasa was-was namun mereka tetap harus keluar rumah demi untuk sesuap nasi.
     Didik (42), salah satu tukang ojek online warga Sidorejo, Kecamatan Temanggung, menuturkan, tetap narik ojek, meski diakuinya rasa takut akan corona itu selalu ada. Untuk keamanan dia memakai masker, tisu basah, handsanitizer. Diakuinya penumpang pun mengalami penurunan dibanding saat keadaan normal, dan sekarang dia mensiasati lebih banyak melayani untuk pesan antar makanan.
     Lain lagi yang dilakukan Ariyanto (36), yang selama ini bekerja di Jakarta, corona memaksanya untuk pulang kampung lebih awal, jauh-jauh hari sebelum ada aturan larangan mudik dari pemerintah. Dia yang selama ini bekerja di proyek bangunan, kini setelah menganggur banting stir menjadi penjual online dengan memanfaatkan ponsel pintarnya untuk menjadi reseller, masker, kaos, makanan kecil. Caranya dengan meng-upload dagangan di story whatsapp, foto instagram, atau status facebook.
     "Apapun barang saya jual, ya njualin punya teman atau kenalan sih, dapat untung sedikit-sedikit kisaran antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per barang yang penting ada pemasukan. Saya targetkan per hari dapat uang Rp 20.000 sampai Rp 30.000 biar bisa buat belanja kebutuhan dapur. Lha mau bagaimana lagi, ini cara kami bisa bertahan, mau bertani tidak punya sawah,"katanya Senin (4/5/2020).
     Sementara bagi orang-orang di pedesaan yang memiliki sawah, ladang atau minimal pekarangan masih bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup terutama dalam hal pangan. Salah satu potret tersebut adalah upaya ketahanan pangan yang diterapkan oleh masyarakat pedesaan di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.
     Kepala Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Agus Parmuji mengatakan, pihaknya menerapkan program ketahanan pangan jangka panjang pekarangan produktif untuk menghadapi masa pandemi corona ini. Yakni, dengan memanfaatkan ladang milik warga untuk sebagian ditanami tanaman pangan di sela-sela tanaman tembakau, dengan cara telancarang atau terasering berjarak 2 meter seperti tomat, cabai, sayur dan lain-lain.
     Dia bersama perangkat desa juga mendermakan sebagian penghasilannya untuk masyarakat. Dikatakan, selama 6 bulan ini perangkat desa bekerja di kantor secara roling, sehingga biaya untuk transportasi berkurang. Maka secara sukarela mereka sebanyak 11 orang mendermakan gaji per orangnya Rp 300-an ribu atau lebih selama 6 bulan yang jika dihitung rata-rata per bulan bisa mencapai sekitar Rp 4 juta.
     "Kegunaannya untuk membantu membuat dan membeli masker bagi masyarakat, kedua untuk membeli polybag yang kita perbantukan rata kepada semua masyarakat tidak peduli kaya, miskin, atau menengah, per rumah dapat 20 polybag plus benih tanaman-tanaman hortikultura. Tujuannya untuk ketahanan bilamana corona ini berkepanjangan, guna menghidupi dapur. Ini akan menjadi stimulan dan bonus ekonomi di masyarakat," katanya.(g-mei)

CEGAH CORONA, WARGA TEMANGGUNG DILARANG SILATURAHMI LEBARAN

Temanggung-GTPP, Untuk mengendalikan penularan virus corona yang semakin merajalela, yang saat ini telah mencapai angka 49 orang positif covid 19, dan pekan ini gugus tugas kabupaten Temanggung juga berhasil melakukan tracking dan didapati lebih dari 80 orang yang reaktif positif rapid test. Sehingga diperkirakan dalam sepekan atau dua pekan ke depan akan terjadi lonjakan besar kasus corona di Kabupaten Temanggung.
     Untuk itu Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Temanggung menerapkan larangan, agar seluruh masyarakat  tidak menggelar shalat ied berjamaah di masjid maupun di lapangan,  tidak melakukan kegiatan takbir keliling,, tidak melakukan silaturrahmi lebaran dan penyelenggaraan acara halal bi halal maupun acara yang mengundang kerumunan massa.?
     Gugus tugas Kabupaten Temanggung beserta aparat Kodim dan Polres akan melakukan operasi patroli dan penegakan ke desa-desa untuk memastikan larangan ini ditaati oleh seluruh masyarakat.?
     Menjelang lebaran diharapkan seluruh desa mengadakan musyawarah untuk mengambil kesepakatan bersama agar pada masa lebaran nanti menerapkan pembatasan pergerakan warganya tidak keluar-masuk desa kecuali untuk keperluan bekerja.?
     Selain itu juga diminta masing-masing desa meningkatkan keamanan wilayah dengan menggiatkan siskamling. ?
     Sedangkan masyarakat diminta untuk patuh dan taat dengan himbauan maupun larangan yang diberlakukan dan menerapkan disiplin diri mencegah penularan virus covid 19 dengan tetap tinggal di rumah, wajib memakai masker saat keluar rumah, sering cuci tangan memakai sabun, tidak berkerumun dan menjaga jarak.(g-mei)

KESADARAN PEDAGANG DAN PENGUNJUNG PASAR UNTUK MEMAKAI MASKER MENINGKAT

Temanggung-GTPP, Mulai Jumat, 15 Mei 2020 besok akan diberlakukan penegakan #wajibmasker di seluruh pasar di Kabupaten Temanggung.
    Sosialisasi tentang aturan tersebut dilakukan secara serentak di seluruh pasar reguler maupun pasar pekenan mulai Senin, 11 Mei 2020 sampai dengan Kamis, 12 Mei 2020.
     Dari pantauan di lapangan terlihat pedagang dan pengunjung pasar makin sadar pentingnya memakai masker demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.
    Mari Sedulur semua, kita laksanakan gerakan wajib masker ini dengan penuh kesadaran, keihlasan dan senang hati.(g-mei)

SOSIALISASI WAJIB MASKER DI PASAR SELURUH TEMANGGUNG

Temanggung-GTPP, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung menggelar sosialisasi wajib masker secara serempak di 30 pasar seluruh kabupaten, Senin (11/5). Operasi yang dimulai hari ini hingga empat hari ke depan bertujuan untuk sosialisasi wajib memakai masker di pasar yang penegakannya akan berlaku mulai 15 Mei 2020. Pengunjung, pedagang dan pembeli dilarang masuk pasar jika tidak memakai masker.
     Operasi Masker Temanggung dilakukan oleh tim gabungan berjumlah 450 orang, terdiri dari unsur Gugus Tugas Covid-19, TNI, Polri, Satpol PP, Relawan Ormas, dan Relawan Covid-19. Setiap hari mereka akan bertugas jaga di 30 pasar untuk memastikan semua pengunjung memakai masker.
     Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona melalui pasar dan sebagai antisipasi karena mendekati lebaran pasar semakin ramai.(g-mei)

Sebaran Kasus COVID-19 Di Kabupaten Temanggung

Update terakhir pada 30 Mei 2020 (Data dapat berubah sewaktu-waktu)

ODP

22

PDP

31

Positif

29

Sembuh

25

Meninggal

1

NO KECAMATAN ODP PDP POSITIF SEMBUH MENINGGAL
1 Bejen 4 0 0 0 0
2 Ngadirejo 3 6 6 3 0
3 Selopampang 3 0 0 0 0
4 Temanggung 3 4 3 5 0
5 Pringsurat 2 1 1 1 0
6 Tembarak 2 4 4 1 0
7 Wonoboyo 2 1 1 0 0
8 Tretep 1 0 0 0 0
9 Kledung 1 0 0 1 0
10 Kaloran 1 2 2 0 0
11 Candiroto 0 0 0 0 0
12 Gemawang 0 3 3 0 0
13 Jumo 0 0 0 1 1
14 Kedu 0 0 0 0 0
15 Kandangan 0 4 4 4 0
16 Parakan 0 2 2 2 0
17 Kranggan 0 1 1 2 0
18 Tlogomulyo 0 0 0 0 0
19 Bulu 0 1 1 3 0
20 Bansari 0 1 1 2 0
21 Warga TMG di RS luar TMG 0 1 0 0 0

Tentang COVID-19

Corona Virus Disease

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah CCOVID-19 Menular?

YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Apa Penyebab COVID-19?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Bagaimana Gejala COVID-19?

Orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala dapat berkembang menjadi pneumonia berat.

Bagaimana Cara Mencegah?

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap berada di rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.

Lakukan langkah berikut!

- Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung). Jangan meludah sembarangan.
- Bersihkan benda yang sering disentuh.
- Gunakan masker jika Anda sakit dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat
- Cuci tangan dengan sabun
- Konsumsi makanan bergizi dan olahraga
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Rumah Sakit Rujukan

RSUD Temanggung

RSUD Temanggung
Jalan Gajah Mada No. 1A, Sendang, Walitelon Sel., Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56219 Telp. (0293) 491119

Proses Mencuci Tangan

Siapkan air dan sabun

Cuci telapak tangan

Cuci sela-sela jari

Cuci ibu jari

Cuci punggung tangan

CUci pergelangan tangan

Infografis

Video Terkait COVID-19


Lebaran Sunyi Saat Pandemi Covid-19 (25 Mei 2020)

Selamat Idul Fitri 1441 Hijriah (24 Mei 2020)

Sosialisasi Pembatasan Kegiatan Masyarakat Terkait

Pengaturan Shalat Ied dan Silaturahmi Idul Fitri (

CARA UNIK BANTU SESAMA DI TENGAH PANDEMI

CEGAH COVID-19, PENYALURAN BST TERAPKAN PROTOKOL K

BLT DARI DANA DESA MULAI DICAIRKAN (16 MEI 2020)

SENAM PAGI BERSAMA PASIEN COVID-19

CEGAH CORONA, WARGA TEMANGGUNG DILARANG SILATURAHM

POSITIF COVID-19 BERTAMBAH (13 MEI 2020)

KESADARAN PEDAGANG DAN PENGUNJUNG PASAR UNTUK MEMA

POSITIF COVID-19 BERTAMBAH LAGI (12 MEI 2020)

Sosialisasi Wajib Masker di Pasar Seluruh Temanggu

Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh

Temanggung Siapkan 10.000 Alat Rapid Test

Kesiapan Penanganan Pasien PDP dan Covid-19

Mari Bersatu Bangun Solidaritas di Tengah Pandemi

Testimoni Keluarga Pasien Sembuh

Pasien Positif Covid-19 Meningkat

Tuntunan Ibadah Ramadhan Pimpinan ...

Panduan Ibadah Ramadhan oleh PCNU ...

Bertambah Lagi 10 Positif Covid-19

Hasil Swab Test Jamaah Ijtima Gowa ...

Antisipasi Dampak Covid-19, Petani ...

Bupati Temanggung Terbitkan Surat Edaran

DPRD Setujui Refocusing Anggaran

Bupati dan DPRD Dukung Penuh Anggaran Penanganan C

Hasil Rapid Test 22 Peserta Ijtima Gowa Positif

Pelatihan Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Covid-

Patroli Rutin Percepatan Penanganan Covid-19

Bertambah 1 Lagi Pasien Positif Covid-19 (18 April

Bertambah lagi, 10 positif COVID-19